Polresta Manado Menangkap Puluhan Preman

Operasi penertiban digelar di beberapa markas preman seperti Pasar 45 Manado, kompleks Manado Plaza, dan kawasan Kantor Telkom. Sebanyak 17 preman yang ditangkap di Pasar 45 tengah pesta minuman keras.

oleh Liputan6Diterbitkan 03 Januari 2004, 00:30 WIB
Liputan6.com, Manado: Puluhan preman terjaring operasi ketertiban dan keamanan di Manado, Sulawesi Utara, Kamis (1/1). Operasi dilakukan jajaran Kepolisian Resor Kota Manado dan digelar di beberapa lokasi. Dari kawasan Pasar 45 Manado terjaring 17 preman yang tengah pesta minuman keras. Sementara di kompleks Manado Plaza, petugas menangkap 12 orang preman.

Polisi juga menyapu tiga titik lokasi rawan lain, yakni di depan Kantor Telkom, daerah Gedung Bank Rakyat Indonesia, dan tepi Pantai Bulevard. Tapi, aparat tidak menemukan seorang pun preman yang biasa mangkal di sana. Operasi penertiban dilakukan karena warga sering merasa terganggu dengan ulah para preman.

Dari pantauan SCTV, setiap kelompok preman punya wilayah kekuasaan masing-masing. Warga setempat resah lantaran sering terjadi keributan antarkelompok preman karena berebut wilayah. Buntutnya, rumah atau sarana umum rusak akibat kerusuhan itu.

Seperti terjadi di Pasar Karombasan, akhir Desember silam. Ketika itu, sekelompok pemuda menyerbu warga Pasar Karombasan tanpa alasan jelas. Seorang tewas dan empat lainnya cedera. Polisi telah menangkap empat pelakunya masing-masing bernama Jems Keke, Maikel Karinda, Macito, dan Jefi Mamesa. Kini, para tersangka meringkuk di Polresta Manado [baca: Pasar Karambosan Manado Diserang, Seorang Tewas].

Korban tewas bernama Nico Lihawa. Dia meninggal di tempat akibat ditusuk senjata tajam. Sedangkan empat rekannya luka berat. Para korban adalah warga pendatang yang sudah lama berdomisili di Karombasan. Penyerbuan diyakini sebagai aksi balas dendam atas tewasnya seorang mandor pasar yang ditikam warga Karombasan, dua bulan silam.(KEN/Aldrien Arief)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya