Manajer Arsenal Arsene Wenger menyebut gelandang muda internasional Inggris, Jack Wilshere merupakan pemain yang luar biasa. Pemain 21 tahun tersebut diyakini mampu membawa negaranya untuk memenangkan perhelatan sepakbola paling akbar, Piala Dunia.
Wenger menyebut kalau Wilshere akan menjadi Bobby Moore baru untuk The Three Lions. Bahkan pria 64 tahun tersebut menegaskan kalau Wilshere bisa seperti gelandang flamboyan Zinedine Zidane saat memimpin Timnas Prancis berjaya di Piala Dunia.
"Ia bisa memimpin negaranya ke putaran final Piala Dunia di musim panas mendatang. Wilshere memiliki kapasitas untuk melakukan hal tersebut. Ia dapat menjadi seperti Moore yang memenangkan Piala Dunia 1966 untuk negaranya," ungkap Wenger seperti dikutip Skysport.
"Tim nasional membutuhkan sosok pemimpin di lapangan yang dapat mengurangi tekanan saat bertanding. Prancis mempunyai Zidane. Saat Timnas Prancis gagal menampilkan permainan terbaiknya, itu adalah kesalahan Zidane," ungkap Sang Profesor.
"Wilshere dapat menjadi sosok itu. Ia masih muda, 21 tahun. Ia punya karakter untuk melakukan hal tersebut. Ia tak akan terganggu dengan pentingnya permainan bagi tim. Ia tidak akan bisa dihentikan. Namun ia perlua waktu bermain enam bulan tanpa masalah apapun," ujarnya.
Wenger menyebut kalau Wilshere akan menjadi Bobby Moore baru untuk The Three Lions. Bahkan pria 64 tahun tersebut menegaskan kalau Wilshere bisa seperti gelandang flamboyan Zinedine Zidane saat memimpin Timnas Prancis berjaya di Piala Dunia.
"Ia bisa memimpin negaranya ke putaran final Piala Dunia di musim panas mendatang. Wilshere memiliki kapasitas untuk melakukan hal tersebut. Ia dapat menjadi seperti Moore yang memenangkan Piala Dunia 1966 untuk negaranya," ungkap Wenger seperti dikutip Skysport.
"Tim nasional membutuhkan sosok pemimpin di lapangan yang dapat mengurangi tekanan saat bertanding. Prancis mempunyai Zidane. Saat Timnas Prancis gagal menampilkan permainan terbaiknya, itu adalah kesalahan Zidane," ungkap Sang Profesor.
"Wilshere dapat menjadi sosok itu. Ia masih muda, 21 tahun. Ia punya karakter untuk melakukan hal tersebut. Ia tak akan terganggu dengan pentingnya permainan bagi tim. Ia tidak akan bisa dihentikan. Namun ia perlua waktu bermain enam bulan tanpa masalah apapun," ujarnya.