Kapolri: Ancaman Terorisme Masih Mungkin Terjadi

Kapolri Jenderal Polisi Da`i Bachtiar menyatakan ancaman terorisme masih mungkin terjadi pada 2004 selama dua pelaku bom Hotel J.W. Marriott, Doktor Azahari dan Noordin Mohamad Thop.

oleh Liputan6Diterbitkan 31 Desember 2003, 08:55 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Kepala Polri Jenderal Da`i Bachtiar menyatakan ancaman terorisme masih mungkin terjadi pada 2004. Pasalnya, hingga saat ini dua buronan berbagai kasus peledakan di Tanah Air yaitu dua pelaku bom Hotel J.W. Marriott, Doktor Azahari dan Noordin Mohamad Thop belum tertangkap [baca: Doktor Azhari Lolos Lagi]. Penegasan prediksi tindak kejahatan tahun depan ini terungkap dalam acara rilis akhir tahun di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/12).

Kapolri juga mengungkapkan adanya peningkatan tindak kejahatan selama 2003 sebesar 3,5 persen ketimbang tahun sebelumnya. Pada 2002 angka tindak kejahatan tercatat 184.600 kasus. Sedangkan 2003, tercatat 198.008 kasus. Sementara kasus-kasus yang mengalami kenaikan di antaranya penculikan, perkosaan, penganiayaan, dan pembunuhan. Sedangkan tindak kejahatan transnasional, seperti narkoba juga mengalami peningkatan. Namun, kasus terorisme justru menurun.

Mengenai Pemilu 2004, Kapolri menjelaskan, pihaknya akan dibantu TNI dalam melaksanakan tugas pengamanan. Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah penyidik untuk menangani berbagai kasus pelanggaran selama dilangsungkannya pesta demokrasi lima tahunan itu [baca: Polri Telah Mengantisipasi Kemungkinan Sabotase Pemilu].(ORS/Nina Bahri dan Yudi Wibowo)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya