Liputan6.com, Jakarta: Sejalan dengan pelaksanaan Otonomi Daerah, seluruh aset lokal langsung diupayakan untuk dirangkul. Lantaran itulah belakangan hari, PT Semen Tonasa di Sulawesi Selatan dan PT Semen Padang di Sumatra Barat bakal memisahkan diri dari PT Semen Gresik. Kendati begitu pemerintah mengaku masih mengkaji rencana spin off Tonasa dari Semen Gresik. Kajian itu diperlukan karena mesti ditempuh melalui layaknya prosedur sebuah perusahaan publik yang dicatat di lantai bursa. Sementara itu, rencana spin off Semen Padang pada April 2001 mendatang diduga bakal digagalkan oleh kelompok tertentu.
Tuntutan masyarakat Sulsel untuk memiliki Semen Tonasa agaknya sulit dipertahankan. Padahal saat ini, hampir 100 persen saham Tonasa dikuasai oleh Semen Gresik. Sementara saham Gresik sendiri dimiliki oleh pemerintah sebanyak 51 persen, PT Cemex sebanyak 25 persen, dan 24 persen sisanya dikuasai publik.
Namun keinginan tadi tentu tak seperti membalik telapak tangan. Sebab hasrat untuk memiliki saham sebanyak 20 persen belum dapat terlaksana karena pemerintah masih mengkaji kemungkinan spin off tersebut. Menurut Menteri Keuangan Prijadi Praptosuhardjo, pemisahan diri itu harus dibicarakan secara seksama karena melibatkan berbagai unsur, termasuk para pemegang saham. Nantinya, tambah Prijadi, soal keuntungan dan kerugian spin off tersebut bakal diberi tahu kepada masyarakat.
Sedangkan menurut Direktur Jenderal Pembinaan Badan Usaha Milik Negara I Nyoman Tjager, saat ini pemerintah juga tengah menghitung kerugian yang akan dialami pemerintah bila terjadi pemisahan tersebut. Pasalnya, Semen Tonasa juga mempunyai beban utang dan jaminan. Sementara produksi semen di tahun 2000 dari Tonasa mencapai 3,4 juta ton atau sekitar 20 persen dari total produksi Semen Gresik.
Sementara itu Ketua Masyarakat Lubuk Kilangan Sudirman Munir mensinyalir bahwa ada upaya kelompok tertentu untuk membatalkan rencana spin off Semen Padang. Menurut anggota Tim Delegasi Spin Off Semen Padang itu, saat ini ada beberapa kelompok masyarakat yang menamakan diri sebagai Badan Musyawarah Nagari Kilangan telah berangkat ke Jakarta. Mereka, tambah Sudirman, berencana mengagalkan aspirasi masyarakat Sumbar untuk memiliki sebagian saham Semen Padang.
PT Semen Padang adalah anak perusahaan PT Semen Gresik. Sebanyak 51 persen saham yang dimiliki Gresik, 25 persen dikuasi PT Cemex, sementara sisanya dimiliki pemerintah. Menurut rencana, semen padang akan dikembalikan menjadi BUMN paling lambat April mendatang.(BMI/Tim Liputan 6 SCTV)
Tuntutan masyarakat Sulsel untuk memiliki Semen Tonasa agaknya sulit dipertahankan. Padahal saat ini, hampir 100 persen saham Tonasa dikuasai oleh Semen Gresik. Sementara saham Gresik sendiri dimiliki oleh pemerintah sebanyak 51 persen, PT Cemex sebanyak 25 persen, dan 24 persen sisanya dikuasai publik.
Namun keinginan tadi tentu tak seperti membalik telapak tangan. Sebab hasrat untuk memiliki saham sebanyak 20 persen belum dapat terlaksana karena pemerintah masih mengkaji kemungkinan spin off tersebut. Menurut Menteri Keuangan Prijadi Praptosuhardjo, pemisahan diri itu harus dibicarakan secara seksama karena melibatkan berbagai unsur, termasuk para pemegang saham. Nantinya, tambah Prijadi, soal keuntungan dan kerugian spin off tersebut bakal diberi tahu kepada masyarakat.
Sedangkan menurut Direktur Jenderal Pembinaan Badan Usaha Milik Negara I Nyoman Tjager, saat ini pemerintah juga tengah menghitung kerugian yang akan dialami pemerintah bila terjadi pemisahan tersebut. Pasalnya, Semen Tonasa juga mempunyai beban utang dan jaminan. Sementara produksi semen di tahun 2000 dari Tonasa mencapai 3,4 juta ton atau sekitar 20 persen dari total produksi Semen Gresik.
Sementara itu Ketua Masyarakat Lubuk Kilangan Sudirman Munir mensinyalir bahwa ada upaya kelompok tertentu untuk membatalkan rencana spin off Semen Padang. Menurut anggota Tim Delegasi Spin Off Semen Padang itu, saat ini ada beberapa kelompok masyarakat yang menamakan diri sebagai Badan Musyawarah Nagari Kilangan telah berangkat ke Jakarta. Mereka, tambah Sudirman, berencana mengagalkan aspirasi masyarakat Sumbar untuk memiliki sebagian saham Semen Padang.
PT Semen Padang adalah anak perusahaan PT Semen Gresik. Sebanyak 51 persen saham yang dimiliki Gresik, 25 persen dikuasi PT Cemex, sementara sisanya dimiliki pemerintah. Menurut rencana, semen padang akan dikembalikan menjadi BUMN paling lambat April mendatang.(BMI/Tim Liputan 6 SCTV)