Liputan6.com, Dublin - Presiden Irlandia Catherine Connolly pada Senin (18/5/2026) mengonfirmasi penangkapan saudara perempuannya oleh pasukan Israel pada hari yang sama.
"Margaret Connolly, seorang dokter umum di Kota Sligo, termasuk di antara sedikitnya enam warga Irlandia aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan ketika pasukan Israel menaiki kapal mereka pada Senin," demikian menurut juru bicara delegasi Irlandia Karen Moynihan seperti dikutip dari laporan Politico.
Advertisement
Usai mengunjungi Raja Charles III di Istana Buckingham, Presiden Catherine mengatakan, "Saya sangat bangga terhadap saudara perempuan saya, tetapi saya juga sangat mengkhawatirkannya."
"Saya sangat sibuk hari ini … saya belum benar-benar memiliki kesempatan untuk mendapatkan rincian terkait saudara perempuan saya dan, sama pentingnya, rekan-rekannya di kapal," kata sang presiden sambil menolak memberikan komentar lebih lanjut mengenai masalah itu.
Insiden tersebut dan dukungan terbuka Presiden Catherine terhadap warga Irlandia yang bergabung bersama flotila dapat memperburuk hubungan diplomatik yang sudah buruk antara Irlandia dan Israel. Pada 2024, Israel menutup kedutaannya di Dublin sebagai bentuk protes atas keputusan Irlandia mengakui Negara Palestina dan menuduh Israel melakukan genosida di Jalur Gaza.
Presiden Catherine adalah seorang politikus sosialis independen yang selama ini sangat kritis terhadap Israel. Ia terpilih untuk menduduki jabatan yang sebagian besar bersifat seremonial itu pada Oktober lalu. Namun, sejak saat itu, ia hanya menyampaikan kritik tidak langsung terhadap Israel.
Kementerian Luar Negeri Israel menyebut flotila tersebut sebagai provokasi semata dan menuduh mereka berlayar untuk melayani Hamas, mengalihkan perhatian dari penolakan Hamas untuk melucuti senjata, serta menghambat kemajuan rencana perdamaian Presiden Donald Trump.
Global Sumud Flotilla atau yang disingkat GSF adalah koalisi kemanusiaan maritim internasional yang terdiri dari jaringan masyarakat sipil dunia. Misi utamanya adalah mengirimkan bantuan logistik (pangan dan obat-obatan) dengan menembus blokade laut ilegal Israel di Gaza.
"Kompas Moral"
Bersamaan dengan pengumuman penahanannya oleh Israel, para aktivis flotila merilis pesan rekaman sebelumnya dari Margaret.
"Jika Anda menonton video ini, berarti saya telah diculik dari kapal flotilla saya oleh pasukan pendudukan Israel dan kini ditahan secara ilegal di penjara Israel," katanya dalam video sambil memegang paspor Irlandia di tangan kanan dan mengenakan kaus bergambar peta Irlandia.
"Perjuangan Palestina adalah kompas moral pada masa ini. Itulah yang membuat kita tetap menjadi manusia," tambahnya dalam video tersebut. "Rakyat Palestina akan menyelamatkan nilai kemanusiaan kita."
Penahanan Margaret oleh Israel bertepatan dengan dimulainya kunjungan tiga hari saudara perempuannya ke Britania Raya sebagai kepala negara Irlandia.
Dalam pertemuannya dengan Raja Charles III, Presiden Catherine menyampaikan undangan resmi kepada raja Inggris itu untuk mengunjungi Irlandia. Mendiang Ratu Elizabeth II pada 2011 menjadi satu-satunya monarki Inggris yang masih berkuasa yang pernah mengunjungi Republik Irlandia sejak negara itu merdeka pada 1922.