Laga ini menjadi ajang pembuktian bagi penggawa Muenchen asal Prancis, Franck Ribery, yang baru saja dinobatkan sebagai Pemain Terbaik UEFA 2013 mengalahkan dua bintang ternama: Lionel Messi (Barcelona) dan Cristiano Ronaldo (Real Madrid).
Nama Ribery baru muncul ke permukaan saat dirinya menjadi pemain inti Les Bleus yang berhasil melaju ke babak final Piala Dunia (PD) 2006 yang berlangsung di Jerman. Sayang, di partai pamungkas, laga diwarnai drama tandukan Zinedine Zidane yang membuat Prancis defisit jumlah pemain. Lewat adu penalti, Prancis bertekuk lutut di tangan Italia. Saat itu Ribery tercatat masih menjadi hak milik Olympique Marseille.
Adalah Arsenal, Real Madrid, dan Olympique Lyonnais yang diketahui mendekati Ribery di bursa transfer musim panas 2006. Selama semusim Marseille mampu mempertahankan mantan pemain akademi Lille tersebut sebelum akhirnya menyerah dibujuk Bayern Muenchen yang berani mengeluarkan fee transfer sebesar 25 juta euro pada 7 Juni 2007. Jumlah yang saat itu merupakan rekor fee transfer di Bundesliga.
Dengan torehan 16 gol dan 17 assist di musim pertamanya, Ribery mengantarkan Muenchen meraih gelar ganda di musim 2007-2008. Hasil yang membuat Ribery—selain menjadi Pemain Terbaik Prancis untuk kali kedua dalam dua tahun beruntun—ditasbihkan menjadi Pemain Terbaik Bundesliga 2007-2008. Ribery pun masuk dalam daftar 25 pemain kandidat peraih Ballon d’Or 2008.
Menyusul kegagalan Muenchen meraih satu gelar pun di akhir musim 2008-2009, masa depan Ribery di Allianz Arena kembali jadi bahan pergunjingan. Chelsea, Manchester United, Madrid, dan Barcelona, diklaim siap mengajukan tawaran mega. Bayern pun langsung bertindak dengan mematok banderol Ribery sebesar