Liputan6.com, Jakarta: Gempa tektonik berkekuatan 5,5 skala richter menggetarkan Kepulauan Sangihe Talaud, Sulawesi Utara, Ahad (21/1) pagi. Namun, sejak 17 Januari silam, kota tersebut terus menerus diguyur hujan. Akibatnya, tercatat 32 orang tewas terkubur longsor dan puluhan rumah hancur. Demikian dikemukakan Pelaksana harian Sekretaris Daerah Kabupaten Sangihe Talaud F. Wagania dalam tele wicara dengan Bayu Sutiyono, Senin (22/1) siang.
Menurut Wagania, gempa bumi kian memperburuk kondisi Sangihe Talaud. Sebab menimbulkan patahan yang turun mencapai 3,5 meter. Dia menambahkan, pemerintah daerah setempat telah mengevakuasi warga korban bencana alam. Untuk sementara, Pemda Sulut memberikan bantuan beras, lauk pauk, dan sejumlah uang.
Sementara itu, data yang dihimpun koresponden SCTV Hamim Pou di Sulawesi Utara menyebutkan, gempa bumi terjadi pada pukul 05.59 WIT. Kekuatan gempa diperkirakan berkedalaman 3,3 kilometer dari dasar laut. Pusat gempa diprediksi berada pada 3,0 Lintang Utara dan 126,5 Bujur Timur.
Daerah terparah yang dihantam gempa adalah Desa Ulung Peliang Kecamatan Tamako, Kabupaten Tahuna. Tercatat 19 orang tewas, seorang hilang, dan tiga unit rumah amblas. Sementara itu,
di Desa Karatung dan Talarane Kecamatan Manganito, Kabupaten Tahuna, puluhan rumah hancur dan delapan korban dilaporkan meninggal.(TNA)
Menurut Wagania, gempa bumi kian memperburuk kondisi Sangihe Talaud. Sebab menimbulkan patahan yang turun mencapai 3,5 meter. Dia menambahkan, pemerintah daerah setempat telah mengevakuasi warga korban bencana alam. Untuk sementara, Pemda Sulut memberikan bantuan beras, lauk pauk, dan sejumlah uang.
Sementara itu, data yang dihimpun koresponden SCTV Hamim Pou di Sulawesi Utara menyebutkan, gempa bumi terjadi pada pukul 05.59 WIT. Kekuatan gempa diperkirakan berkedalaman 3,3 kilometer dari dasar laut. Pusat gempa diprediksi berada pada 3,0 Lintang Utara dan 126,5 Bujur Timur.
Daerah terparah yang dihantam gempa adalah Desa Ulung Peliang Kecamatan Tamako, Kabupaten Tahuna. Tercatat 19 orang tewas, seorang hilang, dan tiga unit rumah amblas. Sementara itu,
di Desa Karatung dan Talarane Kecamatan Manganito, Kabupaten Tahuna, puluhan rumah hancur dan delapan korban dilaporkan meninggal.(TNA)