Liputan6.com, Cirebon: Jalur Pantai Utara kembali menelan korban. Kali ini, sebuah Bus Dedy Jaya menyeruduk warga Desa Suranenggala, Kapetakan, Cirebon, Jawa Barat, yang sedang dalam perjalanan pulang selesai acara halal bihalal di masjid setempat. Enam warga tewas dan empat menderita luka berat dalam kecelakaan yang terjadi Senin (8/12).
Rupanya saat mereka menyeberang, dua bus Dedy Jaya dari arah Cirebon menuju Jakarta tengah melaju kencang. Bus pertama yang dikemudikan Warjai sempat menghentikan kendaraannya. Tapi, bus kedua yang disopiri Tobroni yang berada di belakang bus pertama justru tidak dapat dikendalikan. Rombongan pun langsung terpental setelah ditabrak bus.
Pada saat yang sama, sebuah kendaraan jenis bak terbuka menabrak sebuah truk dari belakang yang tengah berhenti karena kejadian tersebut. Wahyudi, sopir pick up yang diduga sedang mengantuk menderita luka berat.
Keenam jenazah langsung dimakamkan di tempat pemakaman desa pada siang hari. Sedangkan empat korban hingga kini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Pelabuhan, Cirebon. Sementara Tobroni, sopir Bus Dedy Jaya, masih menjalani pemeriksaan intensif di Markas Kepolisian Resor Cirebon.
Para korban yang tewas adalah Armadi, 72 tahun, Haji Kliwon Diyah, 75 tahun, Hadi, 20 tahun, Ikan, 75 tahun, Badrudin, 13 tahun, dan Erman, 11 tahun. Sedangkan yang dirawat di rumah sakit adalah Suwandi, 20 tahun, Tarsiman dan Salimin yang masing-masing berusia 60 tahun serta Kamid, 35 tahun.
Pada hari yang sama, kecelakaan yang merenggut korban juga terjadi di Kerinci, Jambi, sekitar pukul 15.00 WIB. Sebuah minibus PO Safa Marwa yang membawa delapan penumpang dari Jambi dengan tujuan Kabupaten Kerinci, terjatuh dan masuk ke jurang sedalam lebih dari 100 meter di Desa Muara Emat, Kerinci. Tiga penumpang dilaporkan hilang dan enam penumpang luka parah dirawat di RS Umum Sungai Penuh Kerinci. Mereka yang cedera berat adalah Herman, 30 tahun, Yusuf, 45 tahun, Abdul Rahim, 46 tahun, Kastini, 27 tahun, Irfan, 28 tahun, dan Ulai, 6 tahun.
Sementara tiga penumpang, termasuk sopir minibus tersebut, hingga berita ini ditulis, masih belum ditemukan. Basri--sang sopir--, Suardi, dan seseorang yang tidak dikenal itu diduga terseret arus sungai yang cukup deras. Hingga tadi malam, upaya pencarian masih dilakukan. Meski terhalang arus sungai yang deras.(TNA/Tim Liputan 6 SCTV)
Rupanya saat mereka menyeberang, dua bus Dedy Jaya dari arah Cirebon menuju Jakarta tengah melaju kencang. Bus pertama yang dikemudikan Warjai sempat menghentikan kendaraannya. Tapi, bus kedua yang disopiri Tobroni yang berada di belakang bus pertama justru tidak dapat dikendalikan. Rombongan pun langsung terpental setelah ditabrak bus.
Pada saat yang sama, sebuah kendaraan jenis bak terbuka menabrak sebuah truk dari belakang yang tengah berhenti karena kejadian tersebut. Wahyudi, sopir pick up yang diduga sedang mengantuk menderita luka berat.
Keenam jenazah langsung dimakamkan di tempat pemakaman desa pada siang hari. Sedangkan empat korban hingga kini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Pelabuhan, Cirebon. Sementara Tobroni, sopir Bus Dedy Jaya, masih menjalani pemeriksaan intensif di Markas Kepolisian Resor Cirebon.
Para korban yang tewas adalah Armadi, 72 tahun, Haji Kliwon Diyah, 75 tahun, Hadi, 20 tahun, Ikan, 75 tahun, Badrudin, 13 tahun, dan Erman, 11 tahun. Sedangkan yang dirawat di rumah sakit adalah Suwandi, 20 tahun, Tarsiman dan Salimin yang masing-masing berusia 60 tahun serta Kamid, 35 tahun.
Pada hari yang sama, kecelakaan yang merenggut korban juga terjadi di Kerinci, Jambi, sekitar pukul 15.00 WIB. Sebuah minibus PO Safa Marwa yang membawa delapan penumpang dari Jambi dengan tujuan Kabupaten Kerinci, terjatuh dan masuk ke jurang sedalam lebih dari 100 meter di Desa Muara Emat, Kerinci. Tiga penumpang dilaporkan hilang dan enam penumpang luka parah dirawat di RS Umum Sungai Penuh Kerinci. Mereka yang cedera berat adalah Herman, 30 tahun, Yusuf, 45 tahun, Abdul Rahim, 46 tahun, Kastini, 27 tahun, Irfan, 28 tahun, dan Ulai, 6 tahun.
Sementara tiga penumpang, termasuk sopir minibus tersebut, hingga berita ini ditulis, masih belum ditemukan. Basri--sang sopir--, Suardi, dan seseorang yang tidak dikenal itu diduga terseret arus sungai yang cukup deras. Hingga tadi malam, upaya pencarian masih dilakukan. Meski terhalang arus sungai yang deras.(TNA/Tim Liputan 6 SCTV)