Antrean di Gaza, Realitas Harian Krisis Kemanusiaan

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 18 Mei 2026, 21:15 WIB
Antrean di Gaza, Realitas Harian Krisis Kemanusiaan
Pengungsi di Gaza masih menghadapi krisis kemanusiaan yang parah. Mereka mengalami kekurangan kebutuhan pokok seperti makanan, air bersih, tenda yang layak, dan pasokan medis. Bantuan yang masuk pun seringkali terhambat oleh blokade dan pembatasan oleh militer Israel yang memicu situasi memprihatinkan. Infrastruktur air dan saluran pembuangan telah hancur. Para pengungsi sangat kesulitan mendapatkan air bersih untuk minum maupun mandi. Kondisi ini memicu risiko tinggi terhadap penyebaran penyakit menular. Dapur umum dan distribusi bantuan menjadi satu-satunya tumpuan, meski pasokannya seringkali sangat terbatas. Warga terpaksa mengantre untuk mendapatkan porsi makanan pokok seadanya. Di sisi lain, harga bahan makanan pokok di pasar melonjak tinggi. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat adanya beberapa penolakan izin dan blokade sistematis terhadap permintaan masuknya pasokan seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan.
Seorang anak pengungsi Palestina mengambil sebungkus roti sementara yang lain menunggu giliran mereka dari salah satu dapur amal di kamp pengungsi Bureij, Jalur Gaza Tengah pada Senin 18 Mei 2026. (Eyad Baba/AFP)
Seorang anak laki-laki Palestina yang mengungsi membawa sepanci makanan yang dikumpulkan dari dapur amal ke tempat penampungan keluarganya, di kamp pengungsi Bureij, Jalur Gaza Tengah pada Senin 18 Mei 2026. (Eyad Baba/AFP)
Keluarga-keluarga Palestina yang mengungsi sambil memegang wadah kosong menunggu giliran untuk mengambil makanan dari dapur amal, di kamp pengungsi Bureij, Jalur Gaza Tengah pada Senin 18 Mei 2026. (Eyad Baba/AFP)
Dua relawan di dapur amal berdiri di dekat panci-panci besar saat mereka membagikan makanan kepada keluarga-keluarga Palestina yang mengungsi di kamp pengungsi Bureij, Jalur Gaza Tengah pada Senin 18 Mei 2026. (Eyad Baba/AFP)
Seorang anak laki-laki Palestina berdiri di samping wadah plastik di atas troli, saat ia dan yang lainnya mengumpulkan air minum untuk keluarganya yang mengungsi dan tinggal di tempat penampungan setelah rumah-rumah mereka hancur akibat bombardir Israel, di kamp pengungsi Bureij, Jalur Gaza Tengah pada Senin 18 Mei 2026. (Eyad Baba/AFP)
Warga Palestina yang mengungsi mengumpulkan air minum untuk dibawa kembali ke tempat penampungan mereka setelah rumah mereka hancur akibat bombardir Israel, di kamp pengungsi Bureij, Jalur Gaza Tengah pada Senin 18 Mei 2026. (Eyad Baba/AFP)
Warga Palestina yang mengungsi mengumpulkan air minum untuk dibawa kembali ke tempat penampungan mereka setelah rumah mereka hancur akibat bombardir Israel, di kamp pengungsi Bureij, Jalur Gaza Tengah pada Senin 18 Mei 2026. (Eyad Baba/AFP)
Warga Palestina yang mengungsi mengumpulkan air minum untuk dibawa kembali ke tempat penampungan mereka setelah rumah mereka hancur akibat bombardir Israel, di kamp pengungsi Bureij, Jalur Gaza Tengah pada Senin 18 Mei 2026. (Eyad Baba/AFP)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya