Liputan6.com, Jakarta - Asmara Abigail akhirnya mencicipi berpose di karpet merah Festival Film Cannes 2026. Ia tampil fierce dengan gaun strapless putih rancangan desainer Indonesia, Stella Rissa.
Gaun yang dikenakan aktris kelahiran 3 April 1992 itu jauh dari kata biasa. Kepada Lifestyle Liputan6.com, Senin (18/5/2026), sang desainer menjelaskan bahwa gaun yang dikenakan Asmara ke premier film Gentle Monster pada Jumat malam, 15 Mei 2026 itu terinspirasi dari modern feminity.
Advertisement
"Kuat, sculptural, namun tetap emosional. Saya ingin menciptakan siluet yang terasa sinematik dan timeless, memadukan kelembutan dan kekuatan dalam satu karya," kata Stella Rissa secara tertulis, Senin (18/5/2026).
Gaun tersebut, sambung dia, dikerjakan melalui proses couture, dimulai dari sketsa, eksplorasi bentuk, hingga beberapa kali fitting. Hasilnya, gaun itu menghadikan nuansa couture yang klasik dengan sentuhan avant-garde modern yang dramatis.
Bagian korset tampil sculptural dengan detail spiral berbentuk cone, mengingatkan pada cone bra yang dikenakan Madonna saat tur dunia ke Jepang pada 1990. Faktanya, aku Stella, desain itu mengeksplorasi koleksi busananya pada 2024. Ia menambahkan aksen metalik di area dada yang memberi sentuhan edgy, mengutip Fimela, membuat 'keseluruhan look terasa eksperimental dan fast-forward'.
"Cone corset pada gaun ini terinspirasi dari feminity dan tubuh perempuan. Kehadian Asmara Abigail di Cannes mewakili Indonesia melalui film seni Mother is Mothering, sehingga saya ingin menghadirkan desain yang merayakan womanhood (kewanitaan), strength (kekuatan), dan nurture (pengasuhan) dalam pendekatan yang sculptural," urai Stella.
Doa Stella Rissa Lewat Gaun untuk Asmara Abigail
Detail lain dari gaun itu adalah bagian rok yang dibuat bervolume dengan detail drapery besar, menciptakan siluet dramatis saat melangkah di karpet merah Cannes. Untuk busana itu, ia menggunakan duchess silk sebagai material utama. Alasannya, material itu mampu membentuk siluet yang arsitektural namun tetap terlihat elegan dan fluid saat dikenakan.
"Seluruh proses memakan waktu beberapa minggu dengan fokus besar pada craftsmanship dan struktur siluet," ia menambahkan.
Terkait kehadiran gaun itu di ajang sebesar Cannes, Stella Rissa mengaku 'sangat emosional'. Terlebih, ia mengenal Asmara secara personal dan mengungkapkan bagaimana sang aktris bekerja keras untuk mencapai titik tersebut.
"Sebagai teman sekaligus designer, saya merasa sangat bangga melihat perjalanan dan mimpi yang berhasil ia capai. Bagi saya, momen ini bukan hanya tentang fashion, tetapi juga tentang membawa talenta Indonesia ke panggung global. Saya berharap momen ini dapat membuka lebih banyak kesempatan internasional untuk Asmara ke depannya," harapnya.
Kepercayaan Diri Asmara Abigail
Asmara pun menunjukkan kepercayaan dirinya yang tinggi di karpet merah Cannes. Lewat gaun yang tegas, aura fierce dan powerful yang menjadi ciri khas gayanya semakin menonjol.
Sentuhan makeup karya Bubah Alfian turut mempertegas statement look tersebut. Kulit glowing dengan complexion satin finish dipadukan dengan riasan mata metalik serta lip gloss cokelat gelap yang membuat tampilannya terasa bold namun tetap sophisticated. Rambut sleek updo dengan aksesori mungil memberi keseimbangan elegan tanpa mengalihkan fokus dari gaun statement yang dikenakannya.
Perhiasan dari Mahija Official melengkapi keseluruhan tampilan dengan aksen silver yang selaras dengan detail metal pada bustier gaun. Hasil akhirnya menciptakan perpaduan glamor, artsy, dan modern dalam satu tampilan.
Film Pendek Indonesia Masuk Cannes 2026
Asmara pun tak bisa menutupi kegembiraannya atas momen berharga di Cannes, terutama karena film pendek yang dibintanginya, Mothers are Mothering diputarkan perdana di Semaine de la Critique ke-65, Festival Film Cannes. Film yang disutradarai oleh Khozy Rizal dari Indonesia dan Lam Li Shuen dari Singapura tersebut juga turut dibintangi oleh Happy Salma.
"Terima kasih kepada produser kami yang luar biasa @yuliaevinabhara, Amerta Kusuma @aamthok dan Dominique Welinski, kepada semua EP, pemain dan kru, serta semua mitra dan kolaborator yang memungkinkan proyek indah ini terwujud @kawankawanmedia @franceenindonesie @ifi_indonesia," ucap Asmara di unggahan 16 Mei 2026.
Selain Asmara Abigail, Prilly Latuconsina juga hadir di momen itu mewakili film pendek berjudul Holy Crowd. Total ada empat film pendek yang dibuat sineas Indonesia berkolaborasi dengan sineas Asia Tenggara pada saat itu. Dua lainnya adalah Original Wound dan Annisa.