Liputan6.com, Jakarta: Vaksin influenza makin tenar di kalangan jemaah haji yang menggunakan fasilitas Ongkos Naik Haji Plus. Sebab baru-baru ini, Tim Kesehatan Jemaah Haji Indonesia menganjurkan agar calon haji menggunakan vaksin influenza dan pneumania. Tujuannya, untuk mengantisipasi serangan influenza ketika musim dingin menyerang Arab Saudi. Demikian dikemukakan dr Sugiarto, anggota Tim Kesehatan Haji ONH Plus di Jakarta.
Anjuran tersebut, menurut Sugiarto, berlaku hingga 2014. Sedangkan vaksin meningitis, kata Sugiarto, telah diwajibkan sejak lama. Sebetulnya, anjuran tersebut belum menjadi suatu kewajiban. Meski demikian, mayoritas jemaah haji sudah lama menggunakan vaksin tersebut. Bahkan, mereka rela mengeluarkan uang sebesar Rp 140 ribu.
Menurut Supardi Poncotaruno, seorang calon jemaah haji, vaksin tersebut digunakan untuk menghilangkan kekhawatiran mereka terhadap demam tinggi yang ditimbulkan influenza. Selain itu, penggunaan vaksin tersebut juga untuk menghindari penularan influenza. Sebab, penyakit tersebut paling mudah menular. Bahkan, mampu menyebar melalui udara pernapasan.(AWD/Makroen Sanjaya dan Andi Patra)
Anjuran tersebut, menurut Sugiarto, berlaku hingga 2014. Sedangkan vaksin meningitis, kata Sugiarto, telah diwajibkan sejak lama. Sebetulnya, anjuran tersebut belum menjadi suatu kewajiban. Meski demikian, mayoritas jemaah haji sudah lama menggunakan vaksin tersebut. Bahkan, mereka rela mengeluarkan uang sebesar Rp 140 ribu.
Menurut Supardi Poncotaruno, seorang calon jemaah haji, vaksin tersebut digunakan untuk menghilangkan kekhawatiran mereka terhadap demam tinggi yang ditimbulkan influenza. Selain itu, penggunaan vaksin tersebut juga untuk menghindari penularan influenza. Sebab, penyakit tersebut paling mudah menular. Bahkan, mampu menyebar melalui udara pernapasan.(AWD/Makroen Sanjaya dan Andi Patra)