Liputan6.com, Jakarta: Ratusan pemudik masih memadati Terminal Bus Kampung Rambutan, Jakarta Timur, sampai Ahad (23/11) siang atau H-2 Lebaran. Penumpukan ini disebabkan banyaknya bus yang terhambat di daerah Cikampek. Sampai siang tadi, terminal ini sudah memberangkatkan hampir 300 bus reguler dan sembilan bus tambahan. Kendaraan-kendaraan itu mengangkut 13 ribu lebih penumpang dengan tujuan Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Kepadatan arus penumpang mudik juga masih terlihat di Terminal Bus Pulogadung, Jaktim. Namun, jumlah penumpang hari ini menurun dibanding puncak arus mudik Sabtu kemarin. Saat itu, jumlah penumpang bus yang berangkat mencapai 30 ribu orang lebih. Semuanya diangkut dengan 609 bus.
Sebaliknya, di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, arus mudik malah sepi. Tak seperti dua hari silam, kali ini tak banyak orang yang mengantre tiket. Paling-paling cuma beberapa orang yang hendak berangkat dengan tujuan kota seperti Bandung, Jawa Barat. Penurunan jumlah pemudik terjadi lantaran sebagian besar tiket kereta telah terjual sejak sepekan sebelumnya. Tiket-tiket tersebut tujuan berbagai kota di Pulau Jawa.
Begitu pula di Terminal I Bandar Udara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten. Suasana di terminal keberangkatan domestik tersebut hari ini tampak normal seperti hari-hari biasa. Pengelola Bandara Angkasa Pura I memperkirakan, kepadatan arus mudik akan terjadi sehari menjelang Hari Raya Idul Fitri tepatnya pada penerbangan pukul 07.00 dan 20.00 WIB. Indikasi itu terlihat dari habisnya tiket berbagai jurusan ke Pulau Jawa seperti Surabaya, Jawa Timur, Semarang dan Solo, Jawa Tengah serta Yogyakarta, untuk tanggal yang dimaksud.
Situasi lengang juga melanda Pelabuhan Merak, Banten hari ini. Kapal-kapal masih banyak yang berlabuh di dermaga. Sebab, jumlah penumpang belum memenuhi standar. Loket penjualan karcis kapal roll on-roll off (roro) dan kapal cepat nyaris kosong. Keadaan ini berbeda dengan Sabtu kemarin yang menjadi puncak arus mudik [baca: Arus Mudik Mencapai Puncak Hari Ini].
Sementara itu, sekitar satu kilometer dari Pelabuhan Merak atau sekitar fly over Merak akan segera diadakan acara buka puasa bersama sore ini. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Departemen Perhubungan, Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari), dan Kepolisian Wilayah Banten. Menurut rencana, Gubernur Banten Joko Munandar dan Kepala Polwil Banten Komisaris Besar Polisi Abdurahman akan hadir pada acara ini. Setelah itu, mereka dijadwalkan meninjau situasi arus mudik di Pelabuhan Merak.
Kemacetan masih mewarnai suasana mudik di Jalur Pantai Utara Pulau Jawa. Kendaraan-kendaraan yang melintasi jalur ini tampak padat merayap meski tak separah Sabtu kemarin. Penumpukan terutama terjadi di daerah Patrol, Indramayu sampai Pamanukan sejauh 10 km. Akibatnya, kendaraan memerlukan waktu tiga sampai lima jam untuk menempuh jarak tersebut. Sebagian pemudik yang memilih jalur alternarif Subang-Cikamurang-Cirebon sedikit lebih lega. Sebab, lalu lintas di jalur ini tak semacet di Pantura.
Masih di hari yang sama, Pelabuhan Ujung Surabaya, Jawa Timur, juga dipadati antrean panjang kendaraan pribadi maupun umum yang hendak menyeberang ke Pulau Madura. Diperkirakan, puncak arus mudik di pelabuhan ini akan terjadi nanti malam dengan jumlah pemudik kira-kira mencapai 80 ribu orang. Agar semua calon penumpang terangkut cepat, PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan telah menyediakan total 19 kapal feri. Hingga petang ini, sudah sekitar 47 ribu pemudik berhasil diberangkatkan menuju Dermaga Kamal, Madura.
Sedangkan arus mudik di Terminal Bus Purabaya, Surabaya, sore ini menurun dibanding Ahad siang tadi. Pada pukul 06.00 WIB tadi, terdapat sekitar 134 ribu pemudik. Namun, sore ini jumlah tersebut berkurang menjadi 100 ribu. Sebanyak enam bus cadangan sudah disediakan untuk mengangkut penumpang sebanyak itu. Kendaraan tersebut melayani pemudik tujuan Madiun, Semarang, Solo, dan Yogyakarta.
Desak-desakan penumpang juga belum hilang di atas kereta api kelas ekonomi menuju Pasar Turi, Surabaya, Jatim. Kendaraan ini mengangkut ratusan penumpang. Jurusannya antara lain berbagai daerah di Jatim dan Jateng. Saking padatnya, banyak penumpang yang tak kebagian tempat duduk. Mereka akhirnya nongkrong di sekitar toilet maupun lorong-lorong sepanjang gerbong kereta.
Ribuan penumpang juga membludak di Terminal Bus Ubung, Denpasar, Bali. Bus-bus yang ditunggu terlambat datang karena tertahan di Pelabuhan Penyeberangan Ketapang-Banyuwangi. Arus mudik di tempat ini diperkirakan mencapai puncak pada malam ini yakni sekitar 7.800 orang.
Keadaan serupa terjadi di Terminal Bus Mayang Terurai, Pekanbaru, Riau, hari ini. Ribuan calon penumpang telantar lantaran bus yang dinanti terjebak macet di kawasan penghubung Riau-Sumatra Barat, tepatnya di Kelok Sembilan. Kemacetan di jalur ini berlangsung sekitar delapan jam. Sebagian besar calon penumpang menuju berbagai daerah di Sumbar seperti Payakumbuh, Bukittinggi, dan Padang.(MTA/Tim Liputan 6 SCTV)
Kepadatan arus penumpang mudik juga masih terlihat di Terminal Bus Pulogadung, Jaktim. Namun, jumlah penumpang hari ini menurun dibanding puncak arus mudik Sabtu kemarin. Saat itu, jumlah penumpang bus yang berangkat mencapai 30 ribu orang lebih. Semuanya diangkut dengan 609 bus.
Sebaliknya, di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, arus mudik malah sepi. Tak seperti dua hari silam, kali ini tak banyak orang yang mengantre tiket. Paling-paling cuma beberapa orang yang hendak berangkat dengan tujuan kota seperti Bandung, Jawa Barat. Penurunan jumlah pemudik terjadi lantaran sebagian besar tiket kereta telah terjual sejak sepekan sebelumnya. Tiket-tiket tersebut tujuan berbagai kota di Pulau Jawa.
Begitu pula di Terminal I Bandar Udara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten. Suasana di terminal keberangkatan domestik tersebut hari ini tampak normal seperti hari-hari biasa. Pengelola Bandara Angkasa Pura I memperkirakan, kepadatan arus mudik akan terjadi sehari menjelang Hari Raya Idul Fitri tepatnya pada penerbangan pukul 07.00 dan 20.00 WIB. Indikasi itu terlihat dari habisnya tiket berbagai jurusan ke Pulau Jawa seperti Surabaya, Jawa Timur, Semarang dan Solo, Jawa Tengah serta Yogyakarta, untuk tanggal yang dimaksud.
Situasi lengang juga melanda Pelabuhan Merak, Banten hari ini. Kapal-kapal masih banyak yang berlabuh di dermaga. Sebab, jumlah penumpang belum memenuhi standar. Loket penjualan karcis kapal roll on-roll off (roro) dan kapal cepat nyaris kosong. Keadaan ini berbeda dengan Sabtu kemarin yang menjadi puncak arus mudik [baca: Arus Mudik Mencapai Puncak Hari Ini].
Sementara itu, sekitar satu kilometer dari Pelabuhan Merak atau sekitar fly over Merak akan segera diadakan acara buka puasa bersama sore ini. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Departemen Perhubungan, Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari), dan Kepolisian Wilayah Banten. Menurut rencana, Gubernur Banten Joko Munandar dan Kepala Polwil Banten Komisaris Besar Polisi Abdurahman akan hadir pada acara ini. Setelah itu, mereka dijadwalkan meninjau situasi arus mudik di Pelabuhan Merak.
Kemacetan masih mewarnai suasana mudik di Jalur Pantai Utara Pulau Jawa. Kendaraan-kendaraan yang melintasi jalur ini tampak padat merayap meski tak separah Sabtu kemarin. Penumpukan terutama terjadi di daerah Patrol, Indramayu sampai Pamanukan sejauh 10 km. Akibatnya, kendaraan memerlukan waktu tiga sampai lima jam untuk menempuh jarak tersebut. Sebagian pemudik yang memilih jalur alternarif Subang-Cikamurang-Cirebon sedikit lebih lega. Sebab, lalu lintas di jalur ini tak semacet di Pantura.
Masih di hari yang sama, Pelabuhan Ujung Surabaya, Jawa Timur, juga dipadati antrean panjang kendaraan pribadi maupun umum yang hendak menyeberang ke Pulau Madura. Diperkirakan, puncak arus mudik di pelabuhan ini akan terjadi nanti malam dengan jumlah pemudik kira-kira mencapai 80 ribu orang. Agar semua calon penumpang terangkut cepat, PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan telah menyediakan total 19 kapal feri. Hingga petang ini, sudah sekitar 47 ribu pemudik berhasil diberangkatkan menuju Dermaga Kamal, Madura.
Sedangkan arus mudik di Terminal Bus Purabaya, Surabaya, sore ini menurun dibanding Ahad siang tadi. Pada pukul 06.00 WIB tadi, terdapat sekitar 134 ribu pemudik. Namun, sore ini jumlah tersebut berkurang menjadi 100 ribu. Sebanyak enam bus cadangan sudah disediakan untuk mengangkut penumpang sebanyak itu. Kendaraan tersebut melayani pemudik tujuan Madiun, Semarang, Solo, dan Yogyakarta.
Desak-desakan penumpang juga belum hilang di atas kereta api kelas ekonomi menuju Pasar Turi, Surabaya, Jatim. Kendaraan ini mengangkut ratusan penumpang. Jurusannya antara lain berbagai daerah di Jatim dan Jateng. Saking padatnya, banyak penumpang yang tak kebagian tempat duduk. Mereka akhirnya nongkrong di sekitar toilet maupun lorong-lorong sepanjang gerbong kereta.
Ribuan penumpang juga membludak di Terminal Bus Ubung, Denpasar, Bali. Bus-bus yang ditunggu terlambat datang karena tertahan di Pelabuhan Penyeberangan Ketapang-Banyuwangi. Arus mudik di tempat ini diperkirakan mencapai puncak pada malam ini yakni sekitar 7.800 orang.
Keadaan serupa terjadi di Terminal Bus Mayang Terurai, Pekanbaru, Riau, hari ini. Ribuan calon penumpang telantar lantaran bus yang dinanti terjebak macet di kawasan penghubung Riau-Sumatra Barat, tepatnya di Kelok Sembilan. Kemacetan di jalur ini berlangsung sekitar delapan jam. Sebagian besar calon penumpang menuju berbagai daerah di Sumbar seperti Payakumbuh, Bukittinggi, dan Padang.(MTA/Tim Liputan 6 SCTV)