Liputan6.com, Jakarta: Dua orang fungsionaris Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional membantah bakal mengundurkan diri. Meski begitu, mereka mengakui saat ini, ada perbedaan pendapat soal ideologi dan garis perjuangan partai berlambang matahari itu. Demikian pernyataan Ketua DPP PAN Abdillah Toha dan Miranty Abidin ketika memberi keterangan pers di Kantor DPP PAN, Jumat (19/1) siang.
Keduanya menganggap masalah yang terjadi di partai yang mengantongi sembilan persen suara pada pemilihan umum 1999 itu, masih wajar. Sebab usia partai masih terbilang muda. Dengan begitu, kemungkinan silang pikiran antara berbagai kelompok dan elemen dalam partai bisa mencuat. Abdillah menegaskan, sampai saat ini, DPP PAN belum menerima surat pengunduran diri Faisal Basri. Karena itu, kepastian soal ini juga belum jelas.
Persoalan tersebut mencuat lantaran keinginan Faisal Basri untuk menarik diri dari PAN. Ketua PAN itu berniat keluar karena menilai langkah partai sudah melenceng dari kesepakatan semula. Bahkan, Wakil Sekretaris PAN Bara Hasibuan mengatakan, sejumlah pendiri dan pengurus PAN juga berniat mengikuti langkah Faisal.(TNA/Mahmud dan Donni Indradi)
Keduanya menganggap masalah yang terjadi di partai yang mengantongi sembilan persen suara pada pemilihan umum 1999 itu, masih wajar. Sebab usia partai masih terbilang muda. Dengan begitu, kemungkinan silang pikiran antara berbagai kelompok dan elemen dalam partai bisa mencuat. Abdillah menegaskan, sampai saat ini, DPP PAN belum menerima surat pengunduran diri Faisal Basri. Karena itu, kepastian soal ini juga belum jelas.
Persoalan tersebut mencuat lantaran keinginan Faisal Basri untuk menarik diri dari PAN. Ketua PAN itu berniat keluar karena menilai langkah partai sudah melenceng dari kesepakatan semula. Bahkan, Wakil Sekretaris PAN Bara Hasibuan mengatakan, sejumlah pendiri dan pengurus PAN juga berniat mengikuti langkah Faisal.(TNA/Mahmud dan Donni Indradi)