Liputan6.com, Semarang: Ribuan warga Desa Kaliwiru, Candasari Semarang, Jawa Tengah, yang bekerja sebagai pemungut bola dan pekerja lapangan di Semarang Golf Club menggelar unjuk rasa, Sabtu (8/11). Para demonstran menentang rencana tukar guling 14 hektare areal lapangan menjadi kawasan real estat.
Demonstrasi dilakukan bertepatan dengan kunjungan kerja anggota panitia khusus DPRD setempat. Para demonstran membentangkan spanduk penolakan tukar guling yang akan dilakukan Pemerintah Daerah Semarang. Proyek ruilslag pemda tersebut bekerja sama dengan PT Putra Wahid Sejahtera.
Para demonstran mengaku khawatir kalau lapangan golf tersebut ditutup mereka akan kehilangan pekerjaan. Sebab hampir 3.000 warga Desa Kaliwiru menggantungkan hidup di lapangan golf itu. Mereka mengatakan, kalau diganti menjadi perumahan maka tak akan banyak tenaga kerja yang terserap. Apalagi selama ini kawasan Kaliwiru termasuk daerah resapan air.(ICH/Yudi Sutomo)
Demonstrasi dilakukan bertepatan dengan kunjungan kerja anggota panitia khusus DPRD setempat. Para demonstran membentangkan spanduk penolakan tukar guling yang akan dilakukan Pemerintah Daerah Semarang. Proyek ruilslag pemda tersebut bekerja sama dengan PT Putra Wahid Sejahtera.
Para demonstran mengaku khawatir kalau lapangan golf tersebut ditutup mereka akan kehilangan pekerjaan. Sebab hampir 3.000 warga Desa Kaliwiru menggantungkan hidup di lapangan golf itu. Mereka mengatakan, kalau diganti menjadi perumahan maka tak akan banyak tenaga kerja yang terserap. Apalagi selama ini kawasan Kaliwiru termasuk daerah resapan air.(ICH/Yudi Sutomo)