Liputan6.com, Jakarta - Sinetron Asmara Gen Z Episode Jumat 16 Mei mengisahkan, Fattah masih bersama Harry ketika Harry berkata, “Lo punya jalan pintas yang kita butuhin.” Fattah mengernyit bingung. “Gue nggak ngerti maksud lo,” jawabnya. Harry hanya terdiam beberapa saat tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Di sisi lain, Zara duduk menatap Danuel. Matanya tampak berkaca-kaca, meski ia berusaha menahan emosinya. Napasnya terdengar pelan dan tidak teratur. Mohan yang duduk di sebelahnya memperhatikan dengan diam.
Advertisement
Percakapan mereka sudah berlangsung cukup lama. Dengan suara lirih, Zara berkata, “Kalau dia tetap nolak meski aku ngajak dia bahagia lagi gimana?” Danuel menatapnya tenang lalu menjawab, “Terus berusaha selama kamu masih kuat. Tapi kalau kamu lelah, nggak apa-apa buat berhenti sejenak.”
Mendengar itu, mata Mohan ikut memerah. Ia memandangi kebersamaan mereka sambil berkata dalam hati, semoga suatu saat nanti gue juga bisa memeluk orang tua gue seperti City Belle sekarang.
Namun suasana berubah ketika ponsel Danuel bergetar di sakunya. Di layar tertulis: ARES CALLING. Saat telepon diangkat, Ares langsung berkata, “Aku sebentar lagi sampai.”
Danuel terdiam sesaat sebelum menjawab, “Di rumah ada Rose sama Mohan.”
Mendengar itu, Ares langsung mengerem motornya mendadak. Dengan nada tegang ia berkata, “Danuel… apa yang kamu lakukan? Kamu sengaja?”
Sementara itu, Mohan masih berdiri dengan gelisah. Langkah kecilnya terus bergerak tanpa henti, dan tangannya mulai terlihat gemetar.
Zara menatapnya khawatir. “Kamu kenapa?”
Mohan menarik napas perlahan, mencoba memahami perasaannya sendiri. “Gelisah aja… gue juga nggak tahu kenapa.”
Danuel memperhatikan Mohan dalam diam. Dalam hatinya ia berkata, itu ikatan antara anak dan orang tuanya.