Liputan6.com, Jakarta - Majelis Kehormatan Partai Gerindra menggelar sidang etik terhadap anggota DPRD Jemher Ahmad Syahri As Sidiqi yang viral merokok sambil bermain game pada rapat DPRD. Rencananya, putusan sidang akan dilakukan terbuka untuk umum.
Ahmad Syahri tiba ruang sidang Majelis Kehormatan Partai Gerindra di DPP Gerindra, Jakarta Selatan, didampingi Ketua DPC Gerindra Jember Ahmad Halim pada hari ini, Jumat (15/5/2026).
Advertisement
"Majelis Kehormatan Partai Gerindra akan menyidangkan permasalahan pemberitaan di media massa dan media sosial yang viral pada tanggal 12 Mei 2026 terkait pemberitaan legislator Gerindra Jember main game dan merokok saat rapat stunting," kata Ketua sidang M. Maulana Bungaran, Jakarta.
Maulana menanyakan kondisi kesehatan Ahmad Syahri dan Ahmad Halim untuk mengikuti rangkaian sidang etik. Selanjutnya, rapat digelar secara tertutup untuk memeriksa dugaan pelanggaran etik yang dilakukan Ahmad Syahri.
"Baik, kita masuk ke pemeriksaan ya. Sidang Majelis Kehormatan Partai Gerindra dinyatakan dibuka dan tertutup untuk umum," kata dia.
Pernyataan Ahmad Syahri
Achmad Syahri Assidqi akhirnya muncul ke publik setelah memilih bungkam dan memicu gelombang kritik. Melalui unggahan video, politikus muda ini menyampaikan permohonan maaf terbuka atas tindakannya yang dinilai tidak etis saat menjalankan tugas kedewanan, Rabu (13/5/2026).
Syahri, yang juga merupakan putra dari mantan anggota DPR Fadil Muzakki Syah, tertangkap kamera diduga sedang asyik bermain game sambil merokok di tengah rapat krusial yang membahas isu kesehatan masyarakat. Video tersebut viral dan memicu kemarahan warga Jember yang menilai tindakan tersebut merendahkan marwah institusi legislatif.
"Saya Ahmad Syahri Assidiqi, dengan rendah hati meminta maaf kepada masyarakat Jember, khususnya kepada Ketua Umum dan DPP Gerindra atas apa yang sudah beredar," ujar Syahri dalam pernyataannya.
Pernyataan Syahri kali ini terdengar lebih pasrah. Dia mengakui bahwa perilakunya adalah sebuah kesalahan fatal dan menyatakan siap menerima konsekuensi politik maupun administratif.
Syahri menyebut peristiwa ini sebagai teguran keras bagi perjalanan kariernya. Ia menyatakan tidak akan menghindar jika Partai Gerindra maupun Badan Kehormatan (BK) DPRD Jember menjatuhkan sanksi.
"Saya sebagai anak muda masih memiliki banyak kekurangan dalam bersikap," tambahnya.