Tahun Ini, Tak Ada Kereta Sapu Jagat

PT KAI tak akan menyediakan layanan Kereta Sapu Jagat untuk mengangkut para pemudik. Tiket kereta api untuk semua jurusan ke Jateng dan Jatim untuk periode 21-23 November 2003 sudah habis dipesan.

oleh Liputan6Diterbitkan 02 November 2003, 07:59 WIB
Liputan6.com, Jakarta: PT Kereta Api Indonesia (KAI) tak akan menyediakan Kereta Sapu Jagat pada Lebaran tahun ini. PT KAI cuma akan menyediakan satu kereta api tambahan per hari per jurusan. Dan itu pun, baru bakal dioperasikan per 18-20 November mendatang. Demikian diungkapkan Kepala Hubungan Masyarakat Daerah Operasi I PT KAI Zainal Abidin di Jakarta, Sabtu (1/11).

Tapi tak semua jurusan akan difasilitasi kereta tambahan. Menurut Zainal, cuma jalur tertentu seperti KA Argo Anggrek jurusan Jakarta-Surabaya, KA Gajayana Jakarta-Cirebon, dan KA Cirebon Ekspres. Sedangkan selama arus mudik, Zainal mengatakan, PT KAI menyediakan delapan kereta reguler per hari untuk berbagai jurusan ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Masing-masing berkapasitas 400 tempat duduk. Dan, tiket bisa dipesan sejak Jumat kemarin di lima lokasi: Stasiun Jakarta Kota, Gambir, Senen, Jatinegara, dan Stasiun Juanda.

Zainal memperkirakan, ledakan arus mudik terjadi antara 21 sampai 23 November 2003. Buktinya seluruh tiket untuk tanggal itu sudah habis dipesan. Tapi tiket sebelum periode waktu tersebut masih banyak. Soalnya, kemarin PT KAI baru menjual 1.000 tiket untuk berbagai jurusan ke Jateng dan Jatim [baca: Sebagian Tiket KA Lebaran Habis Dipesan].

Kalau di Jakarta ramai pemesan, hal sebaliknya terjadi di Stasiun Gubeng, Surabaya. Aktivitas pemesanan tiket kereta api kelas eksekutif jurusan Semarang, Yogyakarta, Bandung, Jakarta, dan Bali, masih sepi. Pihak Stasiun Gubeng memperkirakan, ledakan pemesanan baru terjadi mendekati Lebaran.

Sedangkan untuk keperluan mudik, Daops Surabaya telah menyediakan sejumlah kereta jenis eksekutif. Di antaranya KA Argo Anggrek, KA Sembrani, KA Bima, KA Argo Muria, KA Kamandanu, dan KA Taksaka. Selain itu disiapkan pula KA Argo Lawu, KA Dwi Pangga, KA Argo Wilis, KA Turangga, KA Harina, dan KA Rajawali.(ICH/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya