Snowden Dapat Suaka, AS Marah Besar ke Rusia

Pembocor rahasia intelijen Amerika Serikat, Edward Snowden mendapat suaka atau perlindungan dari pemerintah Rusia.

oleh RizDiterbitkan 02 Agustus 2013, 13:47 WIB
Pembocor rahasia intelijen Amerika Serikat, Edward Snowden mendapat suaka atau perlindungan dari pemerintah Rusia. AS marah besar atas hal ini.

Pemerintah AS menilai keputusan Rusia yang memberikan suaka kepada Snowden sebagai sesuatu yang 'sangat mengecewakan'. "Kami sangat kecewa dengan pemerintah Rusia yang telah mengambil langkah tersebut," kata juru bicara Gedung Putih Jay Carney, seperti dimuat BBC, Jumat (2/8/2013).

Pemerintah AS sudah meminta agar Snowden diekstradisi untuk kemudian diproses secara hukum karena telah membocorkan rahasia negara. Namun Rusia malah memberikan Snowden suaka.

"Padahal sikap kami jelas dan mengajukan permintaan hukum yang disampaikan secara umum maupun tertutup, untuk mendepak Sbowden agar dia kembali ke AS guna menghadapi tuntutan hukum yang dikenakan padanya," imbuh Jay.

Di pihak lain, keputusan pemerintah Rusia ini disambut baik pihak Snowden yang kemarin meninggalkan ruang transit bandara Sheremetyevo di Moskow.

Pasca-keputusan suaka ini, Gedung Putih mempertimbangkan lagi jadwal pertemuan antara Presiden Barack Obama dan Presiden Rusia Vladimir Putin di sela-sela pertemuan tingkat tinggi G20, yang berlangsung di St Petersburg, Rusia, September mendatang.

"Kami saat ini tengah mengevaluasi tentang manfaat pertemuan tingkat tinggi untuk mencari titik terang dalam masalah ini, dan masalah lainnya," jelas Jay.

Senator AS Chuck Schumer menyatakan, "Keputusan Rusia ini menikam kami dari belakang. Kami mendesak Presiden Obama untuk merekomendasikan pemindahan lokasi penyelenggaraan KTT G20 dari Rusia."

Snowden tiba di Moskow dari Hong Kong pada tanggal 23 Juni. Sejak itu, ia menetap di kawasan transit bandara demi berlindung dari jeratan hukum AS.

AS memburu Snowden lantaran membocorkan rincian tentang program pengawasan yang dilakukan Negeri Paman Sam itu. Data yang dibocorkan itu berisi Badan Keamanan Nasional AS (NSA) secara sistematis merampas sejumlah besar data telepon dan internet warganya lewat program Prism.

Snowden membocorkan informasi itu pertama kali ke publik melalui harian the Guardian dan Washington Post pada awal Juni lalu. (Riz/Ism)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya