Pemain ganda putra Thailand, Bodin Issara, minta pihak berwenang bulutangkis menunda sanksi kepada mantan rekannya Maneepong Jongjititu demi memberi dia peluang tampil di Kejuaraan Dunia. Bodin sendiri sudah dilarang main selama dua tahun oleh Asosiasi Bulutangkis Thailand (BAT) karena insiden memalukan pada final ganda putra Kanada Terbuka awal bulan lalu. Sedangkan Maneepong dilarang selama tiga bulan karena memprovokasi.
Sanksi terhadap Maneepong membuat dia tak boleh tampil di Kejuaraan Dunai di Guangzhou. Selain itu, kedua pemain itu tengah menanti hukuman lebih jauh, karena Federasi Dunia Bulatangkis (BWF) sedang melakukan investigasi.
Lewat pesan Facebook, Bodin yang berusia 22 tahun mengaku bertanggungjawab atas insiden itu. Sebaliknya dia meminta Maneepong diberi kesempatan untuk mengikuti turnamen bergensi itu.
"Sebagai pemain bulutangkis, saya memahami betapa pentingnya Kejuaraan Dunia bagi Maneepong," kata Bodin seperti dilaporkan harian The Nation, Selasa (30/7/2013). "Dia telah bekerja keras untuk meraih poin peringkat yang cukup untuk lolos. Namun dia akan kehilangan peluang untuk ambil bagian dalam turnamen itu karena ulah saya," imbuhnya.
Dua pemain ini main bareng untuk Thailand pada Olimpiade London. Mereka kemudian bertanding dalam kubu berlawanan untuk pertama kalinya sejak mereka pisah ketika ketegangan meledak pada Kanada Terbuka. Setelah Maneepong dan pasangannya Nipitphon Puangpuapech memenangkan game pertama dan bertukar tempat, Maneepong memukul Bodin dengan raketnya menyusul cekcok sengit sebelumnya. Bodin membalas degan menggulati Maneepong di lapangan sebelah, membantingnya dan memukulinya beberapa kali sehingga kemudian dia didiskualifikasi.
"Saya kehilangan kendali diri yang tak pernah terjadi sebelumnya. Sayalah yang memulai perang kata-kata itu dari seberang net. Saya berbicara kasar sekali," kata Bodin. "Saya mestinya mengatasi situasi itu dengan cara lain. Saya sangat menyesali ulah saya itu karena menyebabkan dia menderita."
Kedua pemain sudah menyampaikan permintaan maaf kepada publik dan berjabat tangan di Bangkok Sabtu lalu. Maneepong mengatakan akan pulang kampungnya di Phuket untuk memulihkan cedera dan mentalnya.
Sanksi terhadap Maneepong membuat dia tak boleh tampil di Kejuaraan Dunai di Guangzhou. Selain itu, kedua pemain itu tengah menanti hukuman lebih jauh, karena Federasi Dunia Bulatangkis (BWF) sedang melakukan investigasi.
Lewat pesan Facebook, Bodin yang berusia 22 tahun mengaku bertanggungjawab atas insiden itu. Sebaliknya dia meminta Maneepong diberi kesempatan untuk mengikuti turnamen bergensi itu.
"Sebagai pemain bulutangkis, saya memahami betapa pentingnya Kejuaraan Dunia bagi Maneepong," kata Bodin seperti dilaporkan harian The Nation, Selasa (30/7/2013). "Dia telah bekerja keras untuk meraih poin peringkat yang cukup untuk lolos. Namun dia akan kehilangan peluang untuk ambil bagian dalam turnamen itu karena ulah saya," imbuhnya.
Dua pemain ini main bareng untuk Thailand pada Olimpiade London. Mereka kemudian bertanding dalam kubu berlawanan untuk pertama kalinya sejak mereka pisah ketika ketegangan meledak pada Kanada Terbuka. Setelah Maneepong dan pasangannya Nipitphon Puangpuapech memenangkan game pertama dan bertukar tempat, Maneepong memukul Bodin dengan raketnya menyusul cekcok sengit sebelumnya. Bodin membalas degan menggulati Maneepong di lapangan sebelah, membantingnya dan memukulinya beberapa kali sehingga kemudian dia didiskualifikasi.
"Saya kehilangan kendali diri yang tak pernah terjadi sebelumnya. Sayalah yang memulai perang kata-kata itu dari seberang net. Saya berbicara kasar sekali," kata Bodin. "Saya mestinya mengatasi situasi itu dengan cara lain. Saya sangat menyesali ulah saya itu karena menyebabkan dia menderita."
Kedua pemain sudah menyampaikan permintaan maaf kepada publik dan berjabat tangan di Bangkok Sabtu lalu. Maneepong mengatakan akan pulang kampungnya di Phuket untuk memulihkan cedera dan mentalnya.