Liputan6.com, Teheran - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Rabu (13/5/2026) menuntut pembebasan segera empat warga negara Iran yang ditahan oleh Kuwait dengan tuduhan mencoba menyusup ke wilayah Kuwait.
"Dalam upaya yang jelas untuk menabur perpecahan, Kuwait secara melanggar hukum telah menyerang sebuah kapal Iran dan menahan empat warga negara kami di Teluk Persia," kata Araghchi dalam unggahan di platform media sosial X.
Advertisement
Ia menyebut tindakan Kuwait ilegal, seraya menambahkan bahwa insiden tersebut terjadi di dekat sebuah pulau yang digunakan oleh Amerika Serikat (AS) untuk menyerang Iran.
"Kami menuntut pembebasan segera warga negara kami dan berhak mengambil tindakan balasan," tambahnya.
Mengutip laporan Xinhua, Kuwait pada Selasa (12/5) mengecam apa yang digambarkannya sebagai upaya penyusupan oleh kelompok bersenjata yang diduga berasal dari Korps Garda Revolusi Islam Iran ke Pulau Bubiyan pada 1 Mei. Para "penyusup", sebut otoritas Kuwait, bentrok dengan angkatan bersenjata Kuwait sebelum akhirnya ditangkap. Satu personel militer Kuwait mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.
Kementerian Luar Negeri Iran menolak klaim itu dan menyebutnya tidak berdasar. Iran mengatakan empat perwira Iran telah memasuki perairan teritorial Kuwait akibat gangguan sistem navigasi saat menjalankan misi patroli maritim rutin.
Perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan kawasan setelah operasi militer AS dan Israel terhadap Iran, yang dimulai pada 28 Februari. Kuwait menyatakan telah mencegat ratusan drone dan rudal selama konflik tersebut sebelum gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April.