Potret Dampak Longsoran TPA Cipayung Depok di Permukiman Warga Sekitar

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 14 Mei 2026, 15:35 WIB
Potret Dampak Longsoran TPA Cipayung Depok di Permukiman Warga Sekitar
Longsoran sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung ke aliran Kali Pesanggrahan di kawasan Pasir Putih, Depok, Jawa Barat, memperparah banjir di wilayah perbatasan Sawangan dan Cipayung. Tumpukan sampah yang masuk ke badan kali membuat aliran air menyempit dan dangkal sehingga sungai lebih mudah meluap saat debit air meningkat. Kondisi tersebut telah berlangsung lebih dari tiga tahun dan membuat lingkungan permukiman warga perlahan berubah. Di Perumahan Griya Alif, Sawangan, Kamis (14/5/2026), deretan rumah tampak kosong setelah ditinggalkan pemiliknya akibat banjir yang terus berulang. Sebagian bangunan mengalami kerusakan, sementara rumah lain dipenuhi sampah dan lumpur yang terbawa arus banjir dari kawasan TPA Cipayung. Suasana permukiman terlihat lengang. Sejumlah rumah dibiarkan kosong dengan bekas genangan dan endapan lumpur di bagian n dalam bangunan. Warga yang masih bertahan harus beraktivitas di tengah kondisi lingkungan yang terus terdampak banjir. Sementara itu, di wilayah Cipayung, warga terlihat menggunakan perahu karet untuk melintasi kawasan permukiman yang kini sudah tergenang air. Pemerintah Kota Depok berupaya mengurangi beban sampah di TPA Cipayung untuk menekan risiko longsoran dan dampak banjir di kawasan sekitar. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah lain untuk mengalihkan sebagian sampah ke Bogor agar dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembangkit listrik.
Rumah warga yang hancur akibat luapan Kali Pesanggrahan yang alirannya menyempit karena longsoran sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Depok, Jawa Barat, Kamis (14/5/2026). (merdeka.com/Arie Basuki)
Warga membawa rumput dengan perahu karet melewati rumah warga yang kosong akibat tergenang Kali Pesanggrahan yang alirannya menyempit karena longsoran sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Depok, Jawa Barat, Kamis (14/5/2026). (merdeka.com/Arie Basuki)
Rumah warga yang hancur akibat luapan Kali Pesanggrahan yang alirannya menyempit karena longsoran sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Depok, Jawa Barat, Kamis (14/5/2026). (merdeka.com/Arie Basuki)
Rumah-rumah warga yang sebagian sudah dibiarkan kosong akibat kerapkali banjir karena luapan Pesanggrahan yang alirannya menyempit karena longsoran sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung di Perumahan Griya Alif, Sawangan, Depok, Jawa Barat, Kamis (14/5/2026). (merdeka.com/Arie Basuki)
Warga berjalan melewati rumah yang ditinggal pergi pemiliknya akibat kerapkali banjir karena luapan Pesanggrahan yang alirannya menyempit karena longsoran sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung di Perumahan Griya Alif, Sawangan, Depok, Jawa Barat, Kamis (14/5/2026). (merdeka.com/Arie Basuki)
Warga memperbaiki sepedanya dengan deretan rumah yang ditinggal pemiliknya akibat kerapkali banjir karena luapan Pesanggrahan yang alirannya menyempit karena longsoran sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung di Perumahan Griya Alif, Sawangan, Depok, Jawa Barat, Kamis (14/5/2026). (merdeka.com/Arie Basuki)
Rumah yang ditinggal pemiliknya akibat kerapkali banjir karena luapan kali Pesanggrahan yang alirannya menyempit karena longsoran sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung di Perumahan Griya Alif, Sawangan, Depok, Jawa Barat, Kamis (14/5/2026). (merdeka.com/Arie Basuki)
Rumah yang ditinggal pemiliknya akibat kerapkali banjir karena luapan kali Pesanggrahan yang alirannya menyempit karena longsoran sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung di Perumahan Griya Alif, Sawangan, Depok, Jawa Barat, Kamis (14/5/2026). (merdeka.com/Arie Basuki)
Potret aliran Kali Pesanggrahan di sisi lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Depok, Jawa Barat, Kamis (14/5/2026). (merdeka.com/Arie Basuki)

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya