[VIDEO] Jembatan Dermaga di Merak Ambruk, Truk Sembako Tertahan

Ditutupnya Dermaga V Merak, akan berpotensi menghambat distribusi barang kebutuhan pokok dari Jawa ke Sumatera.

oleh Muhammad Ali diperbarui 29 Jul 2013, 04:18 WIB
Jumlah pelayaran kapal Ro-Ro di Pelabuhan Penyeberangan Merak, Bakauheni berkurang hingga 20 persen pasca-ambruknya jembatan penghubung Dermaga V di Pelabuhan Merak, Banten.  Selain mengancam kelancaran arus mudik lebaran, ditutupnya Dermaga V itu juga berpotensi menghambat distribusi barang kebutuhan pokok dari Jawa ke Sumatera.

Dalam tayangan Liputan 6 SCTV, Senin (29/7/2013), ratusan truk ekspedisi pengangkut bahan pangan dan industri tujuan Pulau Sumatera ini sudah tertahan di pelabuhan Merak sejak Sabtu 28 Juli malam.

Truk-truk ini harus antre lebih lama karena jumlah kapal yang beroperasi berkurang pasca-ambruknya jembatan penghubung Dermaga V. Jika pada hari normal, pihak ASDP Merak dapat mengoperasikan 24 hingga 28 Kapal Ro-Ro di lintasan Merak-Bakauheni, kini jumlahnya berkurang hingga 20 persen.

Terkait lamanya antrean, para sopir truk meminta pihak ASDP Merak segera mencari jalan keluar. Sebab, jika barang dagangan yang mereka bawa terlalu lama tertahan, kondisinya bisa rusak.

Selain itu, sebagian barang yang akan dikirim ke Sumatera itu merupakan barang-barang kebutuhan lebaran yang dikhawatirkan bisa melambung harganya jika terjadi kelangkaan.

Dermaga V Pelabuhan Merak terpaksa ditutup sementara karena jembatan penghubung dari dermaga ke kapal ambruk pada Sabtu 28 Juli malam. Perbaikan jembatan diprediksi akan memakan waktu lebih dari satu bulan hingga kemungkinan dermaga tidak bisa dioperasikan saat arus mudik Lebaran nanti. (Ali)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya