Vanny: Freddy Kendalikan Bisnis Narkoba di Cipinang Pakai Ponsel

Vanny bahkan menyebut Freddy memiliki akses yang luas di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Cipinang.

oleh Raden Trimutia Hatta diperbarui 26 Jul 2013, 06:02 WIB
Vanny Rossyane, teman wanita bandar narkoba Freddy Budiman mengaku sang kekasih mengendalikan bisnis narkoba dari balik penjara. Bahkan, Vanny menyebut Freddy tidak sendiri tetapi dibantu banyak napi narkoba lainnya.

"Dia mengendalikan bisnisnya lewat telepon. Banyak napi narkoba yang bisnis di sana. Semua bandar besar kumpul di sana," kata Vanny saat berbincang dengan Liputan6.com di Senayan, Jakarta, Kamis (27/7/2013).

Vanny bahkan menyebut Freddy memiliki akses yang luas di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Cipinang. Termasuk diberikannya fasilitas ruangan setiap kali mereka bertemu. Vanny tak membantah Freddy kerap rapat dengan bandar narkoba lain di dalam lapas. "Abang tuh kekuasannya luas di sana. Jaringannya luas," kata Vanny.

Freddy merupakan terpidana 18 tahun penjara karena kasus narkoba. Dia pun dibui di LP Narkotika Cipinag. Saat berada di balik terali besi, Freddy mendatangkan 1,4 juta butir ekstasi dari Shenzen, China. Akhirnya, pada 16 Juli lalu Pengadilan Negeri Jakarta Barat menjatuhkan vonis mati terhadap Freddy.

Kepala LP Narkotika Cipinang yang baru saja dinonaktifkan, Thurman Hutapea menepis semua pengakuan Vanny. Thurman meminta hal itu diluruskan. Apalagi soal pengakuan Vanny yang mengatakan mereka kerap bertemu di ruang Kalapas.

"Mohon diluruskan dulu. Saya belum jumpa beliau. Dia masuk dari samping. jangan bilang kalapas. Saya punya ruangan. Ruangan saya terpisah dengan penghuni," kata Thurman dalam tayangan Liputan6 Petang SCTV.

Bahkan, Thurman membantah ada pembesuk Freddy bernama Vanny. "Nggak ada (nama Vanny) di daftar kunjungan," tegas Thurman.  Thurman mengaku pencopotan dirinya dari Kalapas merupakan risiko pekerjaan. Dirinya juga berupaya untuk menjelaskan kasus ini hingga selesai. (Ism)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya