Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menekankan pentingnya pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall di kawasan Pantai Utara Jawa (Pantura). Dia mengatakan giant sea wall diperlukan untuk melindungi warga pesisir dari ancaman kenaikan permukaan air laut.
Hal ini disampaikan saat Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah Agus Harimurti (AHY) dan jajaran menteri lainnya di Istana Merdeka Jakarta, Selasa 12 Mei 2026.
Advertisement
"Pemerintah terus mematangkan rencana pembangunan tanggul laut sebagai langkah jangka panjang untuk memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang pantai utara Pulau Jawa dari ancaman kenaikan permukaan air laut yang terus meningkat setiap tahunnya," kata Teddy dikutip dari akun Instagram Sekretariat Kabinet, Rabu (13/5/2026).
Selain itu, pembangunan giant sea wall tak hanya berfokus pada perlindungan warga sekitar. Namun, juga untuk memastikan ketahanan lingkungan serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
"Memastikan ketahanan lingkungan yang berkelanjutan untuk masa depan. Sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan," ucap Teddy.
Bahas Perkembangan Penanganan Bencana
Dalam rapat tersebut, Prabowo dan para menteri membahas perkembangan penanganan bencana di Sumatra. Termasuk, pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak.
Disisi lain, Teddy menyampaikan komitmen Presiden Prabowo dalam meningkatkan keselamatan dan kualitas layanan transportasi umum. Prabowo meminta jajarannya untuk segera melakukan penertiban perlintasan kereta sebidang tanah hingga revitalisasi jembatan.
"Di sektor perkeretaapian, pemerintah mempercepat berbagai pembenahan: Penertiban dan penutupan perlintasan sebidang kereta api. Revitalisasi jembatan, hingga penyempurnaan teknologi," tutur dia.
"Secara khusus, Presiden meminta agar upaya pembenahan ini bisa dilakukan secepat mungkin," sambung Teddy.