Liputan6.com, Jakarta: Sebuah pentas musik dan tari digelar Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) di Atrium Plaza Senayan, Jakarta Pusat, baru-baru ini. Sebanyak 15 jenis tarian dari 15 provinsi di Indonesia dipentaskan dalam acara bertajuk "Celebrating Indonesia".
Pentas kesenian ini dimainkan ratusan orang yang terdiri dari siswa SMU yang ada di Jakarta dan pemain profesional yang sengaja didatangkan dari daerah-daerah. Pergelaran ini merupakan bagian dari program DKJ untuk memasukkan seni ke sekolah. Harapannya, agar siswa dapat lebih dini mengenali dan mempelajari beragam kesenian dan budaya bangsa Indonesia.
Pergelaran tersebut jauh dari kesan formal. Sebab, penonton yang hadir boleh ikut menari bersama para penari. Namun, untuk tari yang dilakukan secara cepat, seperti Tarian Rampai dari Nanggroe Aceh Darussalam, panitia melarang penonton ikut serta. Alasannya, tarian itu tampil tanpa alat musik kontemporer. Melainkan dengan kekuatan musik yang dibangun dari kekuatan vokal, petikan jari, pukulan anggota tubuh, dan hentakan kaki.(LIA/Muhammad Nasier dan Satya Pandia)
Pentas kesenian ini dimainkan ratusan orang yang terdiri dari siswa SMU yang ada di Jakarta dan pemain profesional yang sengaja didatangkan dari daerah-daerah. Pergelaran ini merupakan bagian dari program DKJ untuk memasukkan seni ke sekolah. Harapannya, agar siswa dapat lebih dini mengenali dan mempelajari beragam kesenian dan budaya bangsa Indonesia.
Pergelaran tersebut jauh dari kesan formal. Sebab, penonton yang hadir boleh ikut menari bersama para penari. Namun, untuk tari yang dilakukan secara cepat, seperti Tarian Rampai dari Nanggroe Aceh Darussalam, panitia melarang penonton ikut serta. Alasannya, tarian itu tampil tanpa alat musik kontemporer. Melainkan dengan kekuatan musik yang dibangun dari kekuatan vokal, petikan jari, pukulan anggota tubuh, dan hentakan kaki.(LIA/Muhammad Nasier dan Satya Pandia)