Terapkan 'Buddy System', Begini Tips Aman Naik Taksi di Makkah Saat Beribadah Haji

Jemaah haji Indonesia diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat menggunakan transportasi taksi jelang puncak ibadah haji di Kota Makkah.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 11 Mei 2026, 16:01 WIB
Deretan taksi di Kota Makkah saat mencari penumpang. (Liputan6.com/ Ahmad Apriyono)

Liputan6.com, Makkah - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau jemaah haji Indonesia meningkatkan kewaspadaan selama beraktivitas di Kota Makkah, khususnya ketika menggunakan transportasi taksi. Imbauan itu disampaikan menyusul terus bertambahnya jumlah jemaah yang tiba di Tanah Suci menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji.

Kepala Seksi Perlindungan Jemaah (Linjam) Daerah Kerja (Daker) Makkah, Tulus Widodo, mengatakan aspek keamanan harus menjadi perhatian utama seluruh jemaah maupun petugas selama berada di Arab Saudi. Menurut dia, kewaspadaan diperlukan karena jemaah sedang berada di lingkungan baru dengan situasi dan kebiasaan yang berbeda dengan di Indonesia.

"Kami sampaikan bukan berarti Arab Saudi tidak aman. Namun, karena kita berada di suatu tempat yang baru tentunya kita harus mengenal lingkungan," kata Tulus di Kantor Daker Makkah, Senin (11/5/2026).

Tulus menjelaskan, tindak kriminal dapat terjadi ketika pelaku melihat adanya kesempatan. Karena itu, jemaah diminta menghindari tindakan yang dapat membuka peluang terjadinya kejahatan.

Tulus juga meminta jemaah tidak bepergian sendirian, terutama saat menggunakan transportasi umum, seperti taksi. Ia menyarankan jemaah menerapkan body system atau berpergian secara berkelompok agar lebih aman.

"Hindari berpergian secara personal atau sendirian. Saat bepergian didampingi teman-teman yang lain, minimal tiga orang," ujarnya.

Selain itu, ia mengingatkan jemaah hanya menggunakan taksi resmi yang telah ditentukan pemerintah Arab Saudi. Menurutnya, taksi resmi di Makkah umumnya berwarna hijau dan putih.

Tulus juga membagikan langkah pencegahan yang perlu dilakukan sebelum menaiki kendaraan. Jemaah diminta memotret nomor pelat kendaraan sebagai bentuk antisipasi apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan selama perjalanan.

Ia turut mengingatkan jemaah memperhatikan posisi saat naik maupun turun kendaraan. Laki-laki harus selalu masuk lebih dahulu ke dalam taksi. Sebaliknya, ketika turun, perempuan diprioritaskan keluar lebih dulu.

Menurut dia, langkah-langkah sederhana tersebut penting diterapkan untuk meminimalkan risiko tindak kejahatan terhadap jemaah selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya