Prabowo Ingin Nelayan Indonesia Tak Lagi Sulit Hidup, Ini Strateginya

Prabowo meninjau langsung Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo sambil membawa target besar meningkatkan kesejahteraan nelayan Indonesia.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 10 Mei 2026, 12:02 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Leato Selatan di Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, Sabtu (9/5/2026).

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya meningkatkan kesejahteraan nelayan di seluruh Indonesia melalui penguatan sektor perikanan dan kelautan.

Hal itu disampaikan Prabowo saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Leato Selatan di Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, Sabtu (9/5/2026).

“Kita ingin semua nelayan di Indonesia kehidupannya tambah baik ya. Penghasilannya harus tambah. Saya ingin nelayan-nelayan kita sejahtera, saya ingin nelayan senyum tiap hari karena penghasilannya baik,” kata Prabowo dikutip dari siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah RI.

Dalam kunjungan tersebut, Prabowo melihat langsung sejumlah fasilitas pendukung aktivitas nelayan, seperti pabrik es dan gudang pendingin (cold storage) untuk menjaga kualitas hasil tangkapan ikan.

Menurut dia, nelayan memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional, terutama sebagai penyedia sumber protein bagi masyarakat.

“Para nelayan punya peran yang sangat penting dalam kehidupan bangsa kita. Para nelayan menghasilkan sumber protein, menghasilkan ikan,” ujarnya.

 

Kembangkan Sektor Kelautan dan Perikanan Besar-besaran

Prabowo juga menegaskan pemerintah akan mengembangkan sektor kelautan dan perikanan secara besar-besaran melalui konsep ekonomi biru atau blue ocean economy.

“Dunia sekarang sangat memerlukan ikan sebagai sumber protein. Karena itu, pemerintah yang saya pimpin kita akan besar-besaran mengembangkan perikanan dan kelautan,” jelasnya.

KNMP Leato Selatan menjadi salah satu lokasi prioritas pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Tahap I Tahun 2025. Kawasan tersebut dibangun di atas lahan seluas 3.895 meter persegi dan dirancang sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat nelayan yang terintegrasi dengan fasilitas produksi, pengolahan hasil perikanan, dan layanan pendukung kawasan pesisir.

Infografis bahaya sampah plastik di laut. (dok. TKN PSL)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya