Dari Lokasi Rahasia, Edward Snowden Undang Aktivis HAM

Para undangan diminta berkumpul di ruang kedatangan di Terminal F Bandara Sheremetyevo, Moskow, lokasi di mana Snowden diyakini berada.

oleh Elin Yunita KristantiDiterbitkan 12 Juli 2013, 19:32 WIB
Pembocor rahasia intelijen Amerika Serikat, Edward Snowden dikabarkan akan bertemu dengan kelompok hak asasi manusia, Jumat petang pukul 17.00 waktu Rusia. Demikian rilis yang dikeluarkan Bandara Internasional Sheremetyevo, Moskow, lokasi di mana Snowden diyakini berada.

Mantan kontraktor Badan Keamanan Nasional AS (NSA) diyakini bersembunyi di area transit bandara, sejak meninggalkan  tiba dari Hong Kong, 23 Juni 2013 lalu. Namun di mana persisnya ia berada, tak diketahui.

Juga belum jelas organisasi HAM mana saja yang akan bertemu dengan Snowden.

Undangan tertulis yang konon dikirimkan Snowden untuk kelompok hak asasi manusia dan "orang-orang terhormat" diposting dalam laman Facebook staf Russian Human Rights Watch, Tanya Lokshina.

Dalam surat tersebut, penulisnya -- diduga Snowden-- memuji negara-negara yang menawarkan dukungan padanya. Untuk menghadapi apa yang ia sebut sebagai "kampanye tak sah yang dilakukan Pemerintah AS untuk melanggar hakku mencari dan menikmati suaka."

Pihak yang diundang diarahkan untuk bertemu dengannya Bandara Sheremetyevo, "Untuk pernyataan singkat dan diskusi terkait langkah berikutnya dalam situasi saya," demikian dikabarkan CNN, Jumat (12/7/2013).

Para undangan diminta berkumpul di ruang kedatangan di Terminal F, di sana staf bandara akan menjemput mereka. Pihak yang diundang harus membawa surat undangan dan dokumen identifikasi. "Pengamanan akan dilakukan dengan ketat," demikian isi surat itu.

Dalam Facebook, Lokshina mengaku undangan baru ia terima Kamis petang. Ia juga tak bisa memastikan apakah itu asli dari Snowden.

Sejak kedatangannya di Moskow, Snowden -- yang menghadapi tuduhan spionase di Amerika Serikat -- telah meminta suaka di puluhan negara, memicu spekulasi tentang langkah-langkahnya berikutnya.

Presiden Venezuela dan Bolivia telah menawarkan suaka. Sementara, Presiden Nikaragua mengatakan ia akan menawarkan suaka "jika keadaan memungkinkan."

Snowden mengakui telah merilis dokumen-dokumen rahasia kepada media dan berpendapat bahwa ia melakukannya untuk mengekspos pelanggaran serius terhadap konstitusi AS yang dilakukan pemerintahnya sendiri. (Ein/Sss)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya