Sara Wijayanto Akui Cerita Lila Momen Penelusuran Tak Terlupakan, Kini Diangkat ke Layar Lebar

Bagi Sara Wijayanto, penelusuran Cerita Lila tak sekadar horor karena merefleksikan rasa kehilangan mendalam hingga terasa secara spiritual dan emosional.

oleh Wayan DianantoDiterbitkan 08 Mei 2026, 17:00 WIB
Bagi Sara Wijayanto, penelusuran Cerita Lila tak sekadar horor karena merefleksikan rasa kehilangan mendalam hingga terasa secara spiritual dan emosional. (Foto: Dok. MVP Pictures)

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu film horor yang segera menyapa bioskop yakni Cerita Lila. Diproduksi MVP Pictures dan DiaryMisteriSara, film ini diperkuat akting Lutesha, Shareefa Daanish, Myesha Lin, Firzanah Alya, Wisnu Hardana, Wafda Saifan, Whani Darmawan, dan Jovial Da Lopez. Ada banyak episode mengerikan dalam Diary Misteri Sara namun mengapa Cerita Lila terpilih untuk diangkat ke layar lebar? Sara Wijayanto mengungkap, kisah ini salah satu pengalaman paling membekas sepanjang kariernya dalam melakukan penelusuran.

“Dari sekian banyak penelusuran yang pernah saya jalani, Cerita Lila salah satu yang paling sulit dilupakan. Ada rasa kehilangan sangat dalam, yang tidak hanya terasa secara spiritual, tapi juga emosional. Kisah ini bukan sekadar hal-hal mistis, tapi tentang hubungan keluarga dan luka yang belum sempat sembuh. Saya harap versi filmnya bisa menyampaikan perasaan yang sama, bahkan mungkin lebih dalam kepada penonton,” katanya kepada awak media di Jakarta, pekan ini. Ia menjanjikan Cerita Lila tak hanya mengobral ketakutan.

Sara Wijayanto mengatakan, Cerita Lila menghadirkan lapisan emosi kuat. Film ini mengikuti kisah arwah anak kecil bernama Lila (9), yang terjebak dalam kenangan terakhir hidupnya dengan satu harapan sederhana —menemukan saudari kembarnya, Lili.

Penantian Lila di rumah lama berubah ketika seorang anak bernama Nia dan ibu kandungnya, Tari, datang untuk menjual rumah tersebut. Nia yang mampu melihat serta berkomunikasi menjadi satu-satunya harapan Lila untuk bertemu Lili.


Bukan Hanya Tentang Ketakutan

Poster film Cerita Lila. (Foto: Dok. MVP Pictures)

Masalahnya, keberadaan Tari dan Nia di rumah itu justru mengusik Rahma—ibu kandung Lila yang menyimpan luka dan dendam masa lalu. Rahma membawa ancaman serius sekaligus mengerikan.

Sutradara Bobby Prasetyo menegaskan Cerita Lila menyapa bioskop dengan pendekatan lebih dalam dari sekadar horor konvensional. “Cerita Lila bukan hanya tentang ketakutan,” ia menjanjikan.


Luka Keluarga dan Trauma

Bagi Sara Wijayanto, penelusuran Cerita Lila tak sekadar horor karena merefleksikan rasa kehilangan mendalam hingga terasa secara spiritual dan emosional. (Foto: Dok. MVP Pictures)

“Ini tentang luka keluarga, trauma yang tertinggal, dan jiwa-jiwa yang belum sempat pulang. Ketakutannya justru datang dari rasa kehilangan yang sangat manusiawi,” Bobby Prasetyo menyambung.

Produser MVP Pictures, Amrit Punjabi, mengumumkan, Cerita Lila dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 18 Juni 2026. Proses pengembangan film ini butuh waktu yang tidak singkat.

 

 


Menunggu Hingga Benar-Benar Siap

Bagi Sara Wijayanto, penelusuran Cerita Lila tak sekadar horor karena merefleksikan rasa kehilangan mendalam hingga terasa secara spiritual dan emosional. (Foto: Dok. MVP Pictures)

“Banyak kreator horor telah lebih dulu membawa karya mereka ke layar lebar. Namun untuk Cerita Lila, kami memilih untuk menunggu hingga benar-benar siap untuk diadaptasi secara maksimal,” ujarnya.

Kini Cerita Lila siap menyapa publik. Dengan perpaduan misteri, ketegangan, dan emosi, film ini diharapkan dapat menghadirkan pengalaman sinematik mencekam dan menyentuh sisi kemanusiaan penonton.

Trailer dan poster resmi film Cerita Lila telah diperkenalkan ke publik pekan ini. Siapkah Anda bertemu Lila dan Rahma di bioskop?

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya