Melihat Alasan Lautaro Martinez Pilih Bertahan di Inter Milan

Lautaro Martinez tegaskan kesetiaan di Inter Milan meski diincar PSG dan MU. Sang kapten memilih bertahan demi proyek klub dan kenyamanan keluarga di Milano.

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 08 Mei 2026, 15:56 WIB
Pemain Inter Milan Lautaro Martinez merayakan gol pembuka yang dicetaknya pada laga Serie A/Liga Italia antara Inter vs Roma di Milan, Italia, Minggu, 5 April 2026. (AP Photo/Luca Bruno)

Liputan6.com, Jakarta - Lautaro Martinez kembali memberikan penegasan mengenai loyalitasnya kepada Inter Milan di tengah kencangnya spekulasi transfer yang selalu membayangi namanya setiap musim panas. Striker asal Argentina tersebut menyatakan bahwa dirinya tidak mempunyai niat untuk pergi dari Giuseppe Meazza dalam waktu dekat.

Berdasarkan keterangan Lautaro, keputusan untuk tetap bertahan bukan hanya didasari oleh faktor emosional semata, melainkan merupakan bagian dari keyakinannya terhadap proyek masa depan Inter. Ia menganggap klub tersebut sebagai lingkungan yang paling ideal untuk meneruskan progres kariernya.

Kabar burung mengenai kepindahan sang kapten memang selalu mencuat di setiap pembukaan bursa transfer. Sejumlah klub raksasa seperti Barcelona, PSG, hingga Manchester United sering kali dihubungkan dengan dirinya, terutama melihat performa stabil yang selalu ia perlihatkan.

Walau demikian, ketertarikan dari klub-klub lain tidak pernah mengubah pendiriannya di Inter. Bahkan, tawaran dengan nilai finansial yang sangat besar dari luar benua Eropa pun tidak sanggup membuatnya meninggalkan Nerazzurri.


Milan Sudah Menjadi Rumah Kedua

Tiga menit usai turun minum atau pada menit ke-48, Lautaro Martinez berhasil menambah keunggulan untuk Inter Milan lewat aksinya memanfaatkan umpan sepak pojok dari Calhanoglu. Tampak dalam foto, penyerang Inter Milan asal Argentina, Lautaro Martinez melakukan selebrasi usai mencetak gol untuk I Nerazzurri dalam pertandingan pekan ke-17 Serie A Italia melawan Bologna di Stadion San Siro, Milan, Minggu (4/1/2026) waktu setempat atau Senin (5/1/2026) dini hari WIB. (Piero CRUCIATTI/AFP)

Bagi Lautaro, faktor utama untuk tetap bertahan di Milan tidak hanya terpaku pada urusan lapangan hijau. Ia merasa telah menciptakan kehidupan yang sangat nyaman bersama anak dan istrinya di kota mode tersebut.

Keluarganya bahkan telah menetap dengan mapan, termasuk memiliki bisnis restoran di sana. Dukungan luar biasa dari warga Milan semenjak awal kedatangannya juga membuat ia merasa benar-benar diterima.

Ia mengungkapkan tidak pernah menyangka akan menjalin ikatan batin yang begitu mendalam dengan pihak klub maupun kota tersebut. Lautaro menganggap hubungan harmonis itu sebagai bagian krusial dalam perjalanan hidupnya.

"Tidak (ingin pindah), karena saya setia pada proyek Inter, saya merasa di rumah sendiri di sini," ujar Lautaro Martinez kepada Cronache di Spogliatoio.

"Keluarga saya bahagia, kami punya restoran di kota ini dan kami mencintai Milano. Sejak hari pertama, semua orang memperlakukan saya dengan cara yang tidak saya duga sebelumnya."


Capaian Prestasi dan Tanggung Jawab Kapten

Penyerang Inter Milan asal Prancis #09 Marcus Thuram merayakan gol bersama penyerang Inter Milan asal Argentina #10 Lautaro Martinez (kanan) setelah mencetak gol keempat timnya dalam pertandingan Serie A Italia antara Inter Milan dan Torino di Stadion San Siro, Milan, pada 25 Agustus 2025. (Piero CRUCIATTI/AFP)

Kesetiaan yang ditunjukkan Lautaro sejalan dengan peran vital yang ia pegang di dalam skuad. Ia sekarang dipercaya sebagai kapten Inter setelah menunjukkan konsistensi tinggi sejak pertama kali bergabung pada tahun 2018.

Data statistiknya pun menggambarkan besarnya kontribusi yang ia berikan di sektor penyerangan. Ia tercatat sudah mengoleksi 173 gol dari total 372 laga kompetitif yang dilakoni bersama Nerazzurri.

"Saya sudah mencapai banyak target pribadi maupun tim di sini," tambah sang penyerang saat memaparkan alasannya untuk tetap bertahan.

Meskipun Inter sempat melewati musim tanpa meraih trofi, Lautaro tidak memperlihatkan raut frustrasi. Malahan, ia mempertegas ambisinya untuk mengantar klub kembali ke podium juara. Saat ini, Lautaro bukan sekadar tumpuan di lapangan, melainkan telah menjadi simbol loyalitas sejati bagi Inter Milan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya