Jenazah James F Sundah Dimakamkan di New York City, Pelayat Diminta Tak Berbaju Hitam atau Putih

Ibadah pelepasan dan pemakaman jenazah James F Sundah dilakukan 11 Mei 2026 jam 10 waktu AS. Pemakamannya di St. John Cemetery New York City.

oleh Wayan DianantoDiterbitkan 08 Mei 2026, 16:00 WIB
Ibadah pelepasan dan pemakaman jenazah James F Sundah dilakukan 11 Mei 2026 jam 10 waktu AS. Pemakamannya di St. John Cemetery New York City. (Andy Masela/Bintang.com)

Liputan6.com, Jakarta - Musisi James F Sundah meninggal dunia di New York City, Amerika Serikat, Kamis (7/5/2026) waktu setempat. James F Sundah meninggal dunia dalam usia 70 tahun setelah berjuang melawan kanker paru-paru. Pihak keluarga akhirnya menyampaikan pernyataan sikap lewat keterangan tertulis yang dibagikan kepada jurnalis, Jumat (8/5/2026) siang waktu Indonesia. Dijelaskan, prosesi viewing dan ibadah penghiburan akan digelar pada Minggu, 10 Mei 2026, jam 15.00 sampai 20.00 PM EST dengan lokasi di Schwartz Brothers Memorial Chapel, AS.

“Ibadah pelepasan dan pemakaman dilaksanakan pada 11 Mei 2026 jam 10.00 AM EST. Prosesi dimulai dari funeral home dan dilanjutkan dengan pemakaman di St. John Cemetery,” pihak keluarga James F Sundah mengabarkan lalu menyinggung dress code saat pemakaman. Para pelayat diimbau tak berbusana hitam atau putih. Mereka disarankan mengenakan busana dengan warna salah satu dari empat yang disarankan keluarga James F Sundah.

“Dress code: merah, ungu, biru, oranye, atau busana dengan unsur warna tersebut. Mohon tidak menggunakan warna hitam atau putih. Penerimaan bunga duka di funeral home diterima paling lambat pukul 15.00 PM pada Minggu, 10 Mei 2026,” beri tahu pihak keluarga.

Dalam pernyataan sikapnya, keluarga mengenang kegigihan James F Sundah dalam berjuang melawan kanker paru-paru ditemani sang istri, Priscillia Sundah Suntoso atau yang akrab disapa Lia. Di tengah perjuangan melawan kanker, James F Sundah masih melahirkan karya.

 


Berjuang Keras

Foto profil James F Sundah (Andy Masela/bintang.com)

“James berjuang keras tanpa kenal lelah melawan kanker paru-paru yang dideritanya sejak 2024 dengan selalu ditemani oleh sang istri, Lia Sundah-Suntoso, seorang pengacara imigrasi,” ungkap pihak keluarga.

Pada 15 Oktober 2025, James F Sundah merilis karya terakhir, Seribu Tahun Cahaya yang dinyanyikan penyanyi muda berbakat Claudia Emmanuela Santoso dan ia persembahkan untuk istri tercinta.

 


Sehari Sebelum Kepergiannya...

Sebulan kemudian, James F Sundah menerima penghargaan Lifetime Achievement Award dari Anugerah Musik Indonesia 2025. Sejak akhir dekade 1990-an, James F Sundah dan keluarga bermukim di New York City, AS.

“Hanya selang satu hari sebelum kepergiannya, ditemani sang istri, James mengenakan kursi roda masih sempat berkeliling area sekitar rumahnya, singgah di taman dan makan es krim,” keluarga James F Sundah menyambung.

 


Tetap Amati Perkembangan Musik Indonesia

James F Sundah tetap intens berkarya dan mengamati perkembangan industri Indonesia hingga akhir hayatnya meski telah menetap di New York City, AS, selama bertahun-tahun. Sejumlah hit telah ditulisnya.

Karya James F Sundah yang abadi hingga kini, antara lain, “Lilin-Lilin Kecil” (Chrisye), “Astaga” dan “Amburadul” untuk Ruth Sahanaya, serta hit besar “September Ceria” (Vina Panduwinata).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya