Makkah Resmi jadi Pusat Pelayanan Haji Indonesia, Jemaah Diimbau Jaga Kesehatan Jelang Armuzna

Kota Makkah, Arab Saudi kini resmi menjadi pusat pelayanan haji Indonesia seiring dimulainya kedatangan jemaah gelombang kedua.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 07 Mei 2026, 21:52 WIB
Jemaah haji Indonesia sudah mulai berdatangan di Kota Makkah. Mereka disambut dengan cuaca panas yang mencapai suhu 30-45 derajat Celsius. (FOTO; MCH PPIH ARAB SAUDI 2023)

Liputan6.com, Jakarta - Kota Makkah, Arab Saudi, resmi menjadi pusat pelayanan haji Indonesia seiring dimulainya kedatangan jemaah gelombang kedua pada Kamis (7/5/2026).

Pemerintah kini memperketat pengawasan dan mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga stamina serta fokus pada kesiapan fisik menjelang fase puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi 1447 H/2026 M, Ihsan Faisal, mengatakan kelompok terbang (kloter) pertama gelombang kedua yang tiba di Makkah berasal dari Solo, Jawa Tengah, yakni SOC-44.

"Insya Allah kita akan menerima kloter pertama dari gelombang kedua ini yaitu dari kloter SOC-44 dari Solo. Total ada 15 kloter yang akan kami terima di hari pertama gelombang kedua," ujar Ihsan di Makkah, dikutip Kamis (7/5/2026).

Hingga saat ini, katad ia, sebanyak 110 kloter dengan lebih dari 42 ribu jemaah haji telah berada di Makkah. Jumlah tersebut setara sekitar 45 persen dari total jemaah gelombang pertama yang diberangkatkan secara bertahap sejak 30 April 2026.

Untuk mendukung pelayanan, ratusan petugas dari Daker Madinah dan Daker Bandara yang telah menyelesaikan tugas akan digeser ke Makkah dengan status diperbantukan atau BKO. Penambahan personel difokuskan untuk memperkuat pelayanan di titik-titik padat, khususnya area Masjidil Haram.

"Seluruh petugas sudah siap, pengalaman di gelombang pertama menjadi modal berharga bagi kami untuk menyukseskan gelombang kedua ini," ucap Ihsan.

 

Jaga Kondisi Fisik Jelang Armuzna

Ribuan jemaah melakukan tawaf, salat dan doa di Masjidil Haram, kota suci Makkah, Arab Saudi pada Rabu (7/8/2019). Umat muslim dari penjuru dunia sudah berada di Makkah untuk melaksanakan rangkaian ibadah haji yang segera mencapai puncak Wukuf di Arafah. (Photo by FETHI BELAID / AFP)

Di sisi lain, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau jemaah agar menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan aktivitas menjelang fase puncak ibadah haji di Armuzna.

Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha menegaskan, pemerintah melarang pelaksanaan ziarah maupun city tour sebelum seluruh rangkaian Armuzna selesai dilaksanakan.

"Larangan ini bukan untuk membatasi aktivitas jemaah, tetapi sebagai langkah perlindungan agar jemaah tidak kelelahan dan tetap fokus mempersiapkan diri menghadapi fase Armuzna. Pemerintah ingin memastikan seluruh jemaah dapat menjalankan puncak ibadah haji dengan aman, sehat, dan khusyuk," kata Ichsan.

Melalui surat edaran terbaru, Kemenhaj meminta jemaah maupun pembimbing ibadah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) tidak mengagendakan atau memfasilitasi kegiatan ziarah di luar Kota Madinah dan Makkah sebelum puncak haji selesai.

Pembimbing ibadah juga diminta memfokuskan pembinaan jemaah pada kesiapan fisik, mental, spiritual, serta pemahaman manasik menjelang wukuf.

Infografis Rangkaian Ibadah Haji 2026. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya