Terdampar di Pantai Nusasari Jembrana, Paus Sperma Sepanjang 15 Meter Ditemukan Mati

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 06 Mei 2026, 16:40 WIB
Terdampar di Pantai Nusasari Jembrana, Paus Sperma Sepanjang 15 Meter Ditemukan Mati
Seekor ikan paus sperma dengan panjang sekitar lima belas meter terdampar dalam keadaan mati di pantai Banjar Anyar Sari, Desa Nusasari, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali, pada Rabu 6 Mei 2026. Paus berukuran raksasa tersebut ditemukan pada Selasa (5/5/2026) sore WITA. Petugas gabungan dari Satpolairud Polres Jembrana, TNI AL, dan tim dokter hewan dari jaringan satwa Indonesia telah melakukan identifikasi awal. Pemeriksaan menyeluruh (nekropsi) untuk memastikan penyebab kematian, apakah karena sakit, faktor usia, atau tertelan sampah laut masih dilakukan. Setelah pemeriksaan selesai, bangkai paus paus sperma akan dikuburkan di lokasi (di tempat) untuk menghindari bau busuk dan dampak lingkungan.
Warga mengajak anaknya melihat bangkai paus sperma yang terdampar, sementara petugas konservasi masih menyelidiki penyebab kematiannya, menjelang rencana penguburan di salah satu tempat di pantai Banjar Anyar Sari, Desa Nusasari, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali, pada Rabu 6 Mei 2026. Seekor ikan paus sperma dengan panjang sekitar lima belas meter terdampar dalam keadaan mati. (Lana Priatna/AFP)
Paus berukuran raksasa tersebut ditemukan pada Selasa (5/5/2026) sore WITA. Tampak dalam foto, bangkai paus sperma yang terdampar terlihat saat petugas konservasi menyelidiki penyebab kematiannya, menjelang rencana penguburan di salah satu tempat di pantai Banjar Anyar Sari, Desa Nusasari, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali, pada Rabu 6 Mei 2026. (Lana Priatna/AFP)
Petugas gabungan dari Satpolairud Polres Jembrana, TNI AL, dan tim dokter hewan dari jaringan satwa Indonesia telah melakukan identifikasi awal. Tampak dalam foto, orang-orang berkumpul di dekat bangkai paus sperma yang terdampar, sementara petugas konservasi masih menyelidiki penyebab kematiannya, menjelang rencana penguburan di salah satu tempat di pantai Banjar Anyar Sari, Desa Nusasari, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali, pada Rabu 6 Mei 2026. (Lana Priatna/AFP)
Pemeriksaan menyeluruh (nekropsi) untuk memastikan penyebab kematian, apakah karena sakit, faktor usia, atau tertelan sampah laut masih dilakukan. Tampak dalam foto, anak-anak berkumpul di dekat bangkai paus sperma yang terdampar, sementara petugas konservasi masih menyelidiki penyebab kematiannya, menjelang rencana penguburan di salah satu tempat di pantai Banjar Anyar Sari, Desa Nusasari, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali, pada Rabu 6 Mei 2026. (Lana Priatna/AFP)
Setelah pemeriksaan selesai, bangkai paus paus sperma akan dikuburkan di lokasi (di tempat) untuk menghindari bau busuk dan dampak lingkungan. Tampak dalam foto, seorang wanita berswafoto di dekat bangkai paus sperma yang terdampar, sementara petugas konservasi masih menyelidiki penyebab kematiannya, menjelang rencana penguburan di salah satu tempat di pantai Banjar Anyar Sari, Desa Nusasari, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali, pada Rabu 6 Mei 2026. (Lana Priatna/AFP)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya