Jemaah Haji Indonesia Gelombang 2 Dijadwalkan Tiba Kamis 7 Mei 2026, Petugas Siapkan Dua Skema Jalur

Jemaah hari Indonesia gelombang 2 yang akan mendarat pertama di Jeddah adalah dari kloter LOP 12.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 05 Mei 2026, 20:50 WIB
Kedatangan jemaah haji kloter 1 YIA di Makkah, Kamis 30 April 2026. (Media Center Haji 2026)

Liputan6.com, Madinah - Fase kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang pertama di Madinah memasuki tahap akhir.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Bandara bersiap menyambut gelombang kedua yang dijadwalkan tiba di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah mulai Kamis 7 Mei 2026.

Data hingga Selasa (5/5/2026) pukul 06.00 waktu Arab Saudi mencatat 230 kloter telah tiba di Madinah dengan total 89.377 jemaah, termasuk 19.315 jemaah lanjut usia.

Arus kedatangan gelombang pertama akan berlanjut hingga Kamis dini hari, 7 Mei 2026, sebelum seluruh layanan kedatangan dialihkan ke Jeddah.

Kepala Daker Bandara Abdul Basir mengatakan, timnya telah menyiapkan skema operasional untuk fase berikutnya, termasuk penempatan personel lebih awal di Jeddah.

"Untuk gelombang kedua kita sudah mulai persiapkan. Nanti ada dua regu yang akan kita berangkatkan lebih awal ke Jeddah untuk menerima kedatangan jemaah haji kita pada 7 Mei pukul 06.00 pagi. Rencananya jemaah pertama yang mendarat dari kloter LOP 12," ujar Basir di Madinah, Senin 4 Mei 2026.

Ia menjelaskan, pola layanan kedatangan di bandara tetap menggunakan dua skema jalur, yakni Fast Track di Gate A dan B, serta jalur reguler di Gate D dan E. Petugas akan menyesuaikan pembagian jalur secara dinamis mengikuti kepadatan penerbangan dan kondisi di lapangan.

 

Siapkan Alur Kedatangan Jemaah

Kedatangan jemaah haji kloter 1 YIA di Makkah, Kamis 30 April 2026. (Media Center Haji 2026)

Basir menilai, karakteristik area kerja di Jeddah lebih mendukung kelancaran operasional dibanding Madinah. Jarak antargate yang mencapai sekitar 800 meter dengan kontur datar dinilai memudahkan pergerakan petugas dan jemaah.

"Insya Allah lebih nyaman buat petugas. Kita juga di sana nanti didukung dengan mobil golf, ada tiga unit yang kita sewa untuk mobilitas petugas sekaligus membantu mengantar jemaah lansia," ucap dia.

Selain penguatan layanan transportasi internal, petugas juga menyiapkan pengaturan alur kedatangan jemaah sejak turun dari pesawat, proses imigrasi, serta penempatan di bus menuju Makkah.

Petugas akan memastikan jemaah, khususnya lansia, mendapatkan pendampingan prioritas agar tidak mengalami kelelahan setelah perjalanan panjang.

Perbedaan utama pada gelombang kedua terletak pada kesiapan ibadah jemaah. Jika pada gelombang pertama jemaah tiba di Madinah tanpa ihram, pada gelombang kedua, jemaah sudah mengenakan ihram sejak dari embarkasi di Indonesia.

Mereka juga diharapkan telah mengambil miqat dan berniat umrah di Yalamlam sebelum mendarat di Jeddah.

"Mereka turun dari pesawat itu sudah kondisi berihram dan harusnya sudah berniat umrah sejak di Yalamlam. Petugas pembimbing ibadah nanti yang akan mengingatkan kembali pada jemaah untuk berniat dan mengecek kembali syarat sahnya berihram," kata Basir.

Dengan persiapan tersebut, pihaknya menargetkan proses kedatangan gelombang kedua berjalan lebih tertib dan efisien, sekaligus memastikan layanan bagi jemaah, terutama kelompok rentan, tetap optimal sejak tiba di Arab Saudi hingga melanjutkan perjalanan ke Makkah.

Infografis Rangkaian Ibadah Haji 2026. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya