Liputan6.com, Jakarta - Harga saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Petrosea Tbk (PTRO) melonjak signifikan pada perdagangan saham Selasa, (5/5/2026). Lonjakan saham BRPT mendorong masuk jajaran top gainers.
Mengutip data RTI, harga saham BRPT ditutup naik 24,66% menjadi Rp 2.300 per saham. Harga saham BRPT dibuka naik 35 poin menjadi Rp 1.880 per saham. Saham BRPT berada di level tertinggi Rp 2.300 dan level terendah Rp 1.840 per saham. Total frekuensi perdagangan 93.768 kali dengan volume perdagangan saham 6.173.144 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 1,3 triliun.
Advertisement
Kapitalisasi pasar saham BRPT mencapai Rp 215,62 triliun. Seiring lonjakan harga saham BRPT itu mendorong masuk jajaran top gainers pada perdagangan saham hari ini.
Kenaikan harga saham BRPT juga diikuti saham PT Petrosea Tbk (PTRO). Harga saham PTRO naik 16,26% menjadi Rp 5.900 per saham. Harga saham PTRO dibuka naik 25 poin menjadi Rp 5.100 per saham. Saham PTRO berada di level tertinggi Rp 5.900 dan level terendah Rp 4.930 per saham. Total frekuensi perdagangan 46.220 kali dengan volume perdagangan saham 1.518.947 saham. Nilai transaksi harian Rp 838,7 miliar.
Demikian juga saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menguat signifikan pada perdagangan Selasa pekan ini. Harga saham TPIA meroket 19,70% menjadi Rp 6.075 per saham. Saham TPIA dibuka turun 50 poin menjadi Rp 5.025 per saham. Harga saham TPIA berada di level tertinggi Rp 6.075 dan terendah Rp 4.990 per saham. Total frekuensi perdagangan 14.765 kali dengan volume perdagangan saham 168.514 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 153,4 miliar.
Kinerja Keuangan BRPT Kuartal I 2026
Mengutip laporan keuangan yang disampaikan dalam keterbukaan informasi BEI, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mencatat kinerja keuangan positif hingga Maret 2026.
Perseroan mencatat pendapatan naik 232% menjadi USD 2,57 miliar hingga kuartal pertama 2026 dari periode sama tahun sebelumnya USD 774 juta. Kontribusi pendapatan itu antara lain dari petrokimia naik 286,5% menjadi USD 2,40 miliar dari kuartal pertama 2025 sebesar USD 622 juta. Dari energi naik 10% menjadi USD USD 165 juta dari periode sama tahun sebelumnya USD 150 juta.
Perseroan mencatatkan pendapatan bersih naik seiring peningkatan pendapatan bersih dari anak perusahaan Chandra Asri Group terutama didorong kinerja refinery yang kuat dan integrasi aset ritel ExxonMobil di Singapura. Selain itu, peningkatan pendapatan sebesar 9% YoY di segmen energi terbarukan mencapai USD 165 juta pada kuartal pertama 2026. Pertumbuhan ini terutama didukung oleh pembangkit geothermal yang stabil dan produksi pembangkit listrik tenaga angin yang lebih baik selama periode itu.
Perseroan mencatat laba bersih setelah pajak naik 803,3% menjadi USD 271 juta dari periode sama tahun sebelumnya USD 30 juta. Selain itu, laba bersih diatribusikan kepada pemilik entitas induk bertamabh 462,5% dari USD 16 juta menjadi USD 90 juta.
Kemudian Earning Before Interest, Tax, Depreciation and Amortization (EBITDA) melonjak menjadi USD 565 juta sebagai hasil dari margin kilang yang kuat, integrasi segmen bahan bakar ritel dan efisiensi biaya yang berkelanjutan di segmen energi terbarukan. Kinerja kuartalam tertinggi dalam pencapaian operasional dengan marjin EBITDA sebesar 22% dari tahun sebelumnya 19%.
Selain itu, laba bersih setelah pajak hingga kuartal I 2026 sebesar USD 271 juta, melonjak 803% YoY.
Perseroan mencatat aset naik 1,5% menjadi USD 17,61 miliar hingga kuartal pertama 2026 dari periode sama tahun sebelumnya USD 17,35 miliar. Liabilitas perseroan tercatat USD 11,30 miliar hingga Maret 2026. Ekuitas perseroan USD 6,31 miliar dan utang USD 7,95 miliar hingga kuartal pertama 2026.
Penutupan IHSG pada 5 Mei 2026
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ke posisi 7.000 pada perdagangan saham Selasa, (5/5/2026). Kenaikan IHSG hari ini terjadi di tengah transaksi harian saham di atas Rp 20 triliun dan mayoritas sektor saham menghijau.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup naik 1,22% menjadi 7.057,10. Indeks saham LQ45 bertambah 1,04% menjadi 681,58. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, kondisi IHSG hari ini menguat didorong sektor keuangan. Saham BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI tercatat naik dengan nilai transaksi yang relatif cukup besar. Demikian juga saham BRPT yang melonjak sekitar 15%.
“Dari sisi sentimen, belum ada katalis positif yang mendorong pergerakan IHSG. Di mana kalau kita ketahui konflik Timur Tengah kembali memanas dengan ada “Project Freedom” dari Presiden AS Donald Trump dan nilai tukar rupiah masih melemah terhadap dolar AS,” kata Herditya saat dihubungi Liputan6.com.
Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.069,20 dan terendah 6.921,60. Sebanyak 314 saham melemah sehingga menekan IHSG. 342 saham menguat sehingga angkat IHSG. 163 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.461.876 kali dengan volume perdagangan saham 43,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 23,9 triliun. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat di kisaran 17.411.
Sebagian besar sektor saham menghijau. Sektor saham basic naik 2,86% dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham infrastruktur bertambah 2,58% dan sektor saham keuangan menanjak 2,3%.
Sementara itu, sektor saham energi mendaki 1,4%, sektor saham consumer nonsiklikal melesat 0,49%, sektor saham consumer siklikal menanjak 0,16% dan sektor saham transportasi turun 1,08%.
Sementara itu, sektor saham kesehatan turun 1,52%, sektor saham industri melemah 0,62%, sektor saham properti terpangkas 0,14% dan sektor saham teknologi tergelincir 0,71%.