Eks Orang Dekat Silvio Berlusconi Kritik Keras Kondisi AC Milan Saat Ini, Rafael Leao Disebut Juara Palsu

Fedele Confalonieri melontarkan kritik keras terhadap kondisi AC Milan saat ini. Ia juga menyinggung Rafael Leao dan manajemen klub.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 05 Mei 2026, 17:21 WIB
Penyerang AC Milan, Rafael Leao, tampak kesal ketika ditarik keluar saat bersua Lazio pada laga pekan ke-29 Serie A di Stadio Olimpico, Roma, Senin (16/03/2026) dini hari WIB. (AFP/Alberto PIZZOLI)

Liputan6.com, Jakarta - Fedele Confalonieri melontarkan kritik tajam terhadap kondisi AC Milan saat ini. Ia menilai situasi tim sangat jauh dari masa kejayaan era Silvio Berlusconi.

Confalonieri merupakan sosok yang pernah berada di lingkar dalam Berlusconi selama puluhan tahun. Kini ia menjabat sebagai Presiden perusahaan media Mediaset milik Berlusconi.

Komentar tersebut disampaikan saat menghadiri peluncuran buku tentang AC Milan. Dalam kesempatan itu, ia berbicara terbuka kepada media tanpa menahan diri.

Ia bahkan menyasar sejumlah pihak mulai dari pemain hingga jajaran manajemen. Nama Rafael Leao dan pemilik klub Gerry Cardinale turut disebut dalam kritiknya.


Kritik untuk Performa Rafael Leao

Selebrasi Rafael Leao dalam laga AC Milan vs Bari di Coppa Italia 2025/2026, Senin (18/8/2025). (La Presse via AP Photo/Spada)

Confalonieri menilai performa Rafael Leao belum memenuhi standar pemain top. Ia membandingkan konsistensi sang pemain dengan sosok legenda dunia.

Menurutnya, pemain hebat harus mampu tampil penuh sepanjang pertandingan. Ia merasa Leao belum menunjukkan kualitas tersebut secara konsisten.

"Leao adalah juara palsu. Dia terlihat seperti bisa menjadi juara, tetapi seorang juara bermain selama 90 menit di setiap pertandingan. Seberapa banyak Leao benar-benar bermain?" ujar Confalonieri.

"Luka Modric, itulah seorang juara, dia bermain setiap menit, bahkan di usia 40 tahun. Dia adalah sosok yang memenangkan Ballon d'Or di era Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo," lanjut Confalonieri.


Sorotan untuk Kepemilikan Klub

Pemain AC Milan, Luka Modric, berjabat tangan dengan pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, usai ditarik keluar pada laga Liga Italia antara AC Milan vs Verona di Milan, Italia, Minggu, 28 Desember 2025. (AP Photo/Luca Bruno)

Confalonieri juga menyoroti struktur kepemilikan AC Milan saat ini. Ia mempertanyakan motivasi pihak yang mengelola klub.

Menurutnya, kepemilikan oleh institusi keuangan tidak memiliki kepedulian terhadap prestasi olahraga. Hal ini dianggapnya berbeda dengan era sebelumnya.

"Sebuah bank memiliki klub sepak bola, apa yang mereka pedulikan tentang memenangkan Scudetto? Itulah intinya. Jika Anda cukup beruntung, seperti Inter sekarang, memiliki presiden hebat seperti Beppe Marotta," ucap Confalonieri.

"Jika kami memiliki Adriano Galliani di posisi itu, mungkin kami masih punya peluang," imbuh Confalonieri.


Tanggapan soal Struktur Manajemen

Pemain AC Milan Rafael Leao (kanan) berebut bola dengan pemain Lecce Omri Gandelman pada laga Serie A/Liga Italia antara AC Milan vs Lecce di Milan, Italia, Minggu, 18 Januari 2026. (AP Photo/Antonio Calanni)

Dalam kesempatan yang sama, Confalonieri juga ditanya soal sosok di balik keputusan di Milan saat ini. Nama Giorgio Furlani disebut sebagai pengambil keputusan.

Namun, ia mengaku tidak memiliki ketertarikan terhadap figur tersebut. Responsnya menunjukkan ketidakpuasan terhadap arah klub.

"Saya belum pernah bertemu dengannya, dan sebagai seorang Milanista, saya benar-benar tidak peduli untuk itu," tegas Confalonieri.

Sumber: Football Italia


Persaingan Sengit di Liga Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya