Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid tengah menghadapi periode krusial menjelang bursa transfer musim panas 2026, di mana posisi pelatih kepala Alvaro Arbeloa menjadi sorotan utama. Klub raksasa Spanyol ini dikabarkan sedang mempertimbangkan opsi mengejutkan untuk menggantikan Arbeloa, menyusul performa tim yang kurang memuaskan sepanjang musim 2025-2026. Spekulasi mengenai nakhoda baru di Santiago Bernabeu semakin menguat seiring dengan berakhirnya musim kompetisi.
Arbeloa, yang baru diangkat pada Januari 2026 menggantikan Xabi Alonso, menghadapi tekanan besar setelah serangkaian hasil yang mengecewakan. Meskipun memiliki rekam jejak sukses di akademi klub, tantangan di tim utama terbukti lebih berat. Manajemen Real Madrid kini dihadapkan pada keputusan sulit untuk menentukan arah klub ke depan.
Advertisement
Pencarian pengganti Alvaro Arbeloa ini bertujuan untuk mengembalikan Real Madrid ke jalur kemenangan dan meraih gelar juara. Dengan kontrak Arbeloa yang masih berlaku hingga 2029, keputusan untuk menggantikannya akan menjadi langkah strategis yang signifikan bagi Los Blancos. Berbagai nama pelatih top Eropa mulai dikaitkan dengan kursi panas di Bernabeu.
Evaluasi Kinerja Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Álvaro Arbeloa mengambil alih kendali tim utama Real Madrid pada 12 Januari 2026, setelah Xabi Alonso dipecat dari jabatannya. Sebelumnya, Arbeloa dikenal memiliki karier kepelatihan yang cemerlang di akademi Real Madrid. Ia berhasil melatih tim U-14, U-16, dan U-19, bahkan meraih treble bersama tim U-19 pada musim 2022-2023. Arbeloa juga sempat melatih Real Madrid Castilla sebelum dipromosikan ke tim utama.
Namun, musim 2025-2026 di bawah kepemimpinan Arbeloa dianggap mengecewakan bagi Real Madrid. Klub tersingkir dari Copa del Rey oleh tim divisi dua Albacete di awal masa jabatannya, sebuah hasil yang mengejutkan banyak pihak. Di ajang La Liga, Real Madrid tertinggal jauh dari rival abadi mereka, Barcelona, dengan selisih poin yang signifikan.
Masa depan Arbeloa sebagai pelatih kepala kini sangat bergantung pada keberhasilan tim di Liga Champions, mengingat peluang meraih gelar liga semakin menipis. Laporan menyebutkan bahwa klub kemungkinan akan mengakhiri musim tanpa trofi utama untuk musim kedua berturut-turut. Situasi ini memicu keraguan di kalangan manajemen mengenai kesiapan Arbeloa untuk tanggung jawab sebesar ini secara permanen.