Roy Keane Nilai Andoni Iraola Belum Siap Tangani Manchester United

Roy Keane meragukan Andoni Iraola layak melatih Manchester United meski tampil impresif di Bournemouth. Ia menilai tekanan di Old Trafford jauh berbeda.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 04 Mei 2026, 17:21 WIB
Pelatih kepala Bournemouth, Andoni Iraola memberi instruksi kepada pemainnya saat menghadapi Manchester United pada laga pekan ke-16 Liga Inggris 2023/2024 di Old Trafford Stadium, Sabtu (9/12/2023). (AP Photo/Jon Super)

Liputan6.com, Jakarta - Roy Keane memberikan pandangannya terkait peluang Andoni Iraola melatih Manchester United. Ia menilai pelatih Bournemouth itu belum cukup meyakinkan untuk menangani tim sebesar Setan Merah.

Iraola sendiri akan meninggalkan Bournemouth pada akhir musim ini. Kinerjanya dinilai cukup impresif setelah membawa tim bersaing di papan tengah.

Performa Bournemouth di bawah arahannya membuat namanya mulai dikaitkan dengan sejumlah tim besar. Salah satunya adalah Manchester United yang tengah diliputi ketidakpastian di kursi pelatih.

Posisi pelatih Manchester United memang belum sepenuhnya aman jelang musim panas. Nama Iraola pun masuk dalam daftar kandidat yang dipertimbangkan.


Keraguan Keane soal Kapasitas Iraola

Pelatih Everton, Andoni Iraola memberikan instruksi dalam laga lanjutan Piala FA 2024/2025 melawan Bournemouth di Goodison Park, Liverpool, Inggris, Minggu (09/02/2025) WIB. (AFP/Paul Ellis)

Keane mengakui Iraola telah melakukan pekerjaan yang bagus bersama Bournemouth. Namun ia merasa hal itu belum cukup untuk melatih Manchester United.

Menurutnya, tantangan di Old Trafford jauh lebih besar dibandingkan di klub sebelumnya. Faktor tekanan menjadi pertimbangan utama dalam penilaiannya.

"Saya tidak yakin apakah dia sudah melakukan cukup banyak sejauh ini," kata Keane dalam wawancara di Sky Sports.

"Saya yakin Manchester United sedang melihatnya, kontraknya akan habis. Tetapi apakah saya melihat dia datang ke Manchester United? Mungkin tidak," lanjut Keane.


Perbedaan Tekanan Bournemouth dan Manchester United

Hingga laga bubar, skor tak berubah, dan MU pun berhasil meraih kemenangan. Tambahan tiga poin juga memastikan Setan Merah sebuah tiket Liga Champions. (AP Photo/Dave Thompson)

Keane menilai ada perbedaan besar dalam tuntutan antara Bournemouth dan Manchester United. Ia menyoroti perbedaan target serta ekspektasi di kedua tim tersebut.

Di Bournemouth, fokus utama adalah menjaga stabilitas dan mengembangkan tim. Sementara di Manchester United, tuntutan untuk meraih gelar selalu menjadi prioritas utama.

"Itu tergantung pada perannya, peran di Bournemouth berbeda dengan Manchester United. Di Manchester United mereka dituntut untuk memenangkan gelar, sementara di Bournemouth adalah terus menang sambil menjual pemain dan menghasilkan pemasukan," ujar Keane.

"Ada tekanan yang berbeda di Bournemouth dibandingkan Manchester United. Apakah dia akan menjadi opsi? Saya tidak tahu. Anda bertanya apakah saya melihat dia datang ke Manchester United, mungkin tidak," tegas Keane.


Tetap Mengapresiasi Kinerja Iraola

Manajer AFC Bournemouth, Andoni Iraola, memeluk Lewis Cook seusai timnya berhasil mengalahkan Liverpool pada pertandingan Liga Inggris di Vitality Stadium, Minggu (25/1/2025) dini hari WIB. (Glyn KIRK / AFP)

Meski meragukan kesiapannya, Keane tetap memberikan apresiasi terhadap kinerja Iraola. Ia mengakui pelatih asal Spanyol itu telah menunjukkan kualitasnya.

Keane menilai pencapaian Iraola bersama Bournemouth tidak bisa dipandang sebelah mata. Namun hal itu belum cukup untuk menjawab tantangan di level yang lebih tinggi.

"Tetapi dia telah melakukan pekerjaan yang luar biasa," puji Keane.

Sumber: Sky Sports


Persaingan Sengit di Liga Inggris

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya