Liputan6.com, Jakarta - PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) mencatatkan kinerja positif pada kuartal I 2026 dengan pendapatan sebesar Rp 326,90 miliar, meningkat 14% secara tahunan. Pertumbuhan ini ditopang oleh kontribusi seluruh segmen usaha, yakni perhotelan, komersial, dan penjualan properti.
Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Senin (4/5/2026), segmen komersial menjadi penyumbang terbesar dengan pendapatan Rp 157,14 miliar atau tumbuh 19% YoY. Sementara itu, segmen perhotelan mencatatkan pendapatan Rp 135,50 miliar, naik 4% YoY.
Advertisement
Adapun segmen penjualan properti mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 38% YoY menjadi Rp 34,26 miliar, didorong oleh pengakuan pendapatan dari proses serah terima unit Antasari Place yang masih berlangsung pada awal tahun.
Dari sisi profitabilitas, perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 44,07 miliar, berbalik dari rugi bersih Rp 132,87 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja ini mencerminkan pertumbuhan organik perusahaan yang didorong oleh peningkatan performa segmen usaha, khususnya komersial.
Kinerja operasional juga menunjukkan penguatan, tercermin dari EBITDA yang meningkat 20% menjadi Rp 100,67 miliar dari Rp 83,95 miliar pada periode sebelumnya. Peningkatan ini didukung oleh pertumbuhan pendapatan serta efisiensi operasional yang berkelanjutan.
Perseroan juga terus memperkuat fondasi pendapatan berulang (recurring income) melalui strategi ekspansi terarah, dengan target kontribusi sekitar 70% dari total pendapatan.
Upaya ini didukung oleh pengembangan aset komersial dan perhotelan di berbagai lokasi strategis, termasuk penyelesaian proyek 23 Semarang Shopping Center yang dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal II-2026, serta pengembangan proyek mixed-use 88 Plaza di Balikpapan yang saat ini memasuki tahap awal pembangunan dan pre-sales.
Selain itu, perseroan telah menyiapkan pipeline proyek lanjutan seperti Antasari Place Tower 2 dan pengembangan lanjutan 88 Plaza yang akan dijalankan secara terukur guna mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Kinerja 2025
Sebelumnya, PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) atau Paradise Indonesia, perusahaan yang bergerak di sektor perhotelan, komersial, dan penjualan properti dengan portofolio ikonik, mencatat kinerja solid sepanjang 2025. Perseroan membukukan pendapatan neto sebesar Rp 1,74 triliun atau tumbuh 32,9% secara tahunan (YoY).
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh berlanjutnya proses serah terima apartemen Antasari Place, kontribusi ekspansi 23 Paskal Shopping Center yang mulai beroperasi pada pertengahan 2025, serta peluncuran Citadines pada September 2025 yang memperkuat porsi pendapatan berulang (recurring income).
Capaian ini menandai tren kenaikan pendapatan yang konsisten dalam lima tahun terakhir, menunjukkan ketahanan bisnis Perseroan di berbagai kondisi ekonomi.
Di sisi lain, meski laba bersih tertekan akibat penyesuaian non-kas, INPP berhasil memperkuat likuiditas dengan peningkatan signifikan pada posisi kas guna mendukung fase ekspansi berikutnya.
“Kami bersyukur dapat mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang konsisten selama lima tahun berturut-turut sambil melipatgandakan cadangan kas, INPP kini siap tumbuh secara konservatif di tengah situasi yang penuh tantangan ini,” ujar Presiden Direktur & CEO Paradise Indonesia, Anthony P. Susilo dalam keterangan resmi, dikutip, Selasa (24/3/2026).
Likuiditas Kuat dan Struktur Modal Terjaga
Hingga 31 Desember 2025, kas dan setara kas Paradise Indonesia meningkat 113,3% menjadi Rp771,39 miliar. Lonjakan ini didukung oleh langkah strategis, termasuk penerbitan obligasi senilai Rp500 miliar serta masuknya mitra strategis pada salah satu aset Perseroan.
Upaya tersebut mencerminkan strategi perusahaan dalam mengoptimalkan struktur permodalan dan pengelolaan aset. Struktur modal INPP juga tetap solid dengan rasio Net Debt to Equity (Net DER) yang rendah di level 0,21x, memberikan fleksibilitas untuk pendanaan ke depan.
Keberhasilan menjaga rasio leverage yang rendah menunjukkan disiplin Perseroan dalam alokasi modal. Saat ini, sekitar 70% pendapatan INPP berasal dari recurring income, yang memberikan stabilitas dan prediktabilitas arus kas. Dana tersebut kemudian dialokasikan kembali untuk mendukung pengembangan proyek-proyek baru.
Pada kuartal II tahun ini, Perseroan berencana mengoperasikan 23 Semarang Shopping Center di Semarang, Jawa Tengah, guna memperkuat segmen komersial. Selain itu, INPP juga tengah mengembangkan Fase 1 88 Plaza di Balikpapan, Kalimantan Timur, sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang.
Dari sisi kontribusi, segmen perhotelan menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 36% terhadap total pendapatan. Segmen komersial menyumbang 34%, sementara penjualan properti berkontribusi 30%.