Seleksi Ketat Hewan Kurban untuk Korban Banjir Aceh

Hewan-hewan kurban akan dicek kualitasnya terlebih dahulu sebelum didistribusikan ke berbagai lokasi pascabencana di Aceh.

oleh Yacob BillioctaDiterbitkan 03 Mei 2026, 20:12 WIB
Mitra kandang Dompet Dhuafa di Aceh Utara. (Liputan6.com/Yacob Billiocta)

Liputan6.com, Jakarta - Lembaga amil zakat nasional Dompet Dhuafa akan menyalurkan 200 hewan kurban untuk para korban banjir yang tersebar di Provinsi Aceh. Guna memenuhi kebutuhan hewan kurban, Dompet Dhuafa menggandeng peternakan kambing Sultan Muda Farm di Desa Ceumpeudak, Kecamatan Tanah Jambu Aye, Kabupaten Aceh Utara.

Selum didistribusikan, Dompet Dhuafa melakukan quality control untuk memastikan hewan-hewan kurban sesuai syarat yang ditentukan. Liputan6.com berkesempatan untuk mengunjungi mitra kandang Dompet Dhuafa tersebut, Rabu (29/4/2026).

Kandang-kandang milik Sultan Muda Farm dibangun dengan konsep panggung. Hal ini memberikan nilai manfaat berupa kebersihan yang lebih baik karena kotoran dan urine tidak menumpuk di lantai kandang. Mencegah cacingan dan penyakit kulit.

Selain itu juga memberikan perlindungan lebih baik bagi hewan ternak dari cuaca serta predator. Risiko kedinginan atau basah akibat tanah becek bisa diminimalisir.

"Memang kambing sehat yang bisa buat kurban. Dengan menjaga kesehatan kambing, itu akan memberikan kualitas daging kambing yang layak," kata peternak kambing Sultan Muda Farm, Agus Sri kepada Liputan6.com.

Kemitraan antara pemilik kandang dengan Dompet Dhuafa dimulai satu bulan sebelum Iduladha. Selama masa ini, perawatan 200 kambing benar-benar diperhatikan. Mulai dari kualitas dan pola pakan, memastikan kambing tidak stres, tidak cacat pada mata, gigi dan kuku.

"Kami melakukan pemeriksaan terhadap kambing-kambing. Untuk pakan, dalam sehari menghabiskan pupuk 20 persen, sisanya konsentrat," lanjutnya.

 

Kambing-kambing kurban yang akan didistribusikan ke lokasi terdampak bencana di Aceh. (Liputan6.com/Yacob Billiocta)

Rencanaya, ratusan kambing akan didistribusikan ke Kabupaten Pidie Jaya, Kuala Simpang Aceh Tamiyang, Langkahan dan Sawang Aceh Utara.

Agus menjabarkan, untuk berat kambing kurban juga ada ketentuan. Hanya hewan dengan bobot antara 23 kilogram sampai 32 kilogram yang diambil.

"Domba yang memenuhi syarat antara 23 kg sampai 25 kg. Kemudian 26 kg sampai 28 kg, dan bobot 29 kg sampai 32 kg," tutur Agus.

Menurutnya, pola kemitraan Dompet Dhuafa ini sangat membantu para peternak di Desa Ceumpeudak. Terlebih wilayah ini merupakan salah satu desa terparah terdampak banjir bandang pada tahun 2025 silam. Dia berharap kemitraan dengan Dompet Dhuafa dapat berlanjut seterusnya.

"Kami bersyukur dari Dompet Dhuafa kerja sama dengan Sultan Muda Farm. Karena kondisi Aceh yang belum stabil, komunitas-komunitas ini mengadakan kurban, kami merasa senang dengan adanya Dompet Dhuafa bisa membantu banyak orang," pungkasnya.

Influencer Bule Barbie. (Liputan6.com/Yacob Billiocta)

Kata Bule Barbie

Influencer Bule Barbie turut serta dalam pengecekan ke mitra kandang Dompet Dhuafa. Wanita bernama asli Dasha Gartman menceritakan pengalamannya.

"Kita cek kesehatan kambing sama domba. Kita lihat kakinya, matanya, berat badannya. Dan kita kasih makan," kata Dasha antusias.

Momen lucu bagi Dasha adalah saat baru tiba di lokasi kandang. Kambing-kambing serentak mengembik.

"Waktu aku pertama kali masuk, mbek mbek, lucu banget," tuturnya.

Bagi Dasha, berbagi kebahagiaan dengan cara menyalurkan hewan kurban kepada para korban banjir di Aceh merupakan hal yang luar biasa.

"Itu menurut aku hebat banget, karena Dompet Dhuafa membantu korban banjir di Aceh dan dapat kesempatan ngasih daging di waktu yang sangat indah Iduladha. Jadi ini menurutku luar biasa," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya