Bayan Resources Raup Laba USD 190,7 Juta hingga Kuartal I 2026

PT Bayan Resources Tbk (BYAN) kompak mencatatkan pendapatan dan laba turun hingga kuartal pertama 2026.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 03 Mei 2026, 19:00 WIB
Pertambangan PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Foto bayan.com.sg

Liputan6.com, Jakarta - PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mencatat penurunan pendapatan dan laba hingga kuartal pertama 2026.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (3/5/2026), PT Bayan Resources Tbk (BYAN) meraup pendapatan turun 7,6% menjadi USD 821,65 juta hingga kuartal pertama 2026. Pada periode sama tahun lalu, perseroan meraup pendapatan USD 890,14 juta.

Beban pokok pendapatan susut 3,5% menjadi USD 554,58 juta hingga kuartal pertama 2026 dari periode sama tahun sebelumnya USD 574,90 juta.

Laba bruto perseroan turun 15,28% dari USD 315,24 juta hingga kuartal pertama 2025 menjadi USD 267,06 juta hingga kuartal pertama 2026.

Beban penjualan turun menjadi USD 9,77 juta hingga kuartal pertama 2026 dari periode sama tahun sebelumnya USD 10,51 juta. Beban umum dan administrasi naik menjadi USD 12,99 juta hingga kuartal pertama 2026 dari kuartal pertama 2025 sebesar USD 11,03 juta. Beban keuangan turun menjadi USD 1,18 juta hingga kuartal pertama 2026 dari periode sama tahun sebelumnya USD 4,62 juta. Penghasilan keuangan turun menjadi USD 6,72 juta hingga Maret 2026 dari periode sama tahun sebelumnya USD 7,63 juta.

Perseroan mencatat laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 12,44% menjadi USD 190,79 juta hingga kuartal pertama 2026 dari periode sama tahun sebelumnya USD 217,91 juta.

Laba periode berjalan merosot 12,3% menjadi USD 195,53 juta hingga kuartal pertama 2026. Pada kuartal pertama 2025 tercatat laba USD 222,97 juta.

Laba bersih per saham yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dasar dan dilusi menjadi USD 0,006 pada kuartal pertama 2026 dari kaurtal pertama 2025 USD 0,007.

Ekuitas perseroan naik menjadi USD 2,89 miliar hingga Maret 2026 dari Desember 2025 sebesar USD 2,69 miliar. Liabilitas perseroan turun menjadi USD 617,20 juta hingga Maret 2026 dari Desember 2025 sebesar USD 680,46 juta. Aset perseroan naik menjadi USD 3,50 miliar dari Desember 2025 sebesar USD 3,37 miliar.

Direktur Bayan Resources Lepas 42.400 Saham BYAN, Segini Nilainya

Pertambangan PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Foto bayan.com.sg

Sebelumnya, Direktur PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Oliver Khaw Kar Heng melepas sejumlah saham BYAN pada awal April 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Senin (6/4/2026), Direktur PT Bayan Resources Tbk Oliver Khaw Kar Heng melepas saham BYAN sebanyak dua kali pada 1 dan 2 April 2026. Total saham BYAN yang dilepas sekitar 42.400. Rinciannya, pertama, pada 1 April 2026, Oliver melepas 25.400 saham BYAN dengan harga Rp 11.433 per saham. Kedua, ia menjual 17.000 saham BYAN pada 2 April 2026 dengan harga Rp 11.148 per saham. Nilai penjualan saham BYAN itu sekitar Rp 479,9 juta.

“Tujuan transaksi divestasi dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip.

Setelah transaksi penjualan saham BYAN, ia memiliki 454.800 saham BYAN dari sebelumnya 497.200 saham BYAN.

Pada perdagangan saham Senin, 6 April 2026, saham BYAN turun 8,45% menjadi Rp 9.750 per saham. Harga saham BYAN berada di level tertinggi Rp 10.650 dan level terendah Rp 9.075 per saham. Kapitalisasi pasar saham BYAN sebesar Rp 325 triliun.

 

Direktur BYAN Lepas 311.000 Saham BYAN, Segini Nilainya

Ilustrasi Bayan Resources (BYAN) (Foto: Bayan Resources)

Sebelumnya, Direktur PT Bayan Resources Tbk (BYAN) Oliver Khaw Kar Heng melepas saham BYAN secara bertahap pada awal Februari 2026. Pelepasan saham BYAN itu bertujuan sebagai divestasi.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Rabu, (11/2/2026), Direktur Bayan Resources Oliver Khaw Kar Heng melepas 311.000 saham BYAN pada 6-10 Februari 2026. Penjualan saham BYAN itu di kisaran Rp 14.247-Rp 14.754 per saham. Dengan demikian, nilai penjualan saham BYAN itu sekitar Rp 4,43 triliun.

"Tujuan transaksi divestasi dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Setelah transaksi penjualan saham BYAN, Oliver mengenggam 291.6000 saham BYAN dari sebelumnya 602.600 saham BYAN.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya