Alvaro Arbeloa Tegaskan Real Madrid Fokus Menang, Bukan Guard of Honour untuk Barcelona

Alvaro Arbeloa menegaskan Real Madrid fokus meraih kemenangan atas Espanyol. Ia menyebut bukan guard of honour Barcelona yang jadi motivasi utama.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 03 Mei 2026, 00:36 WIB
Pelatih kepala Real Madrid, Alvaro Arbeloa, menyaksikan pertandingan La Liga Spanyol antara Real Madrid dan Levante dari pinggir lapangan di Madrid, Spanyol, Sabtu, 17 Januari 2026. (AP Photo/Jose Breton)

Liputan6.com, Jakarta - Alvaro Arbeloa menegaskan Real Madrid tidak menjadikan potensi guard of honour untuk Barcelona sebagai motivasi jelang laga melawan Espanyol. Fokus utama tim adalah meraih tiga poin penting di La Liga.

Real Madrid masih berada di posisi kedua klasemen dengan selisih 11 poin dari Barcelona. Peluang rival mereka untuk mengunci gelar juara semakin terbuka jika hasil pertandingan tidak berpihak pada Los Blancos.

Jika Barcelona menang atas Osasuna dan Madrid gagal meraih poin penuh, maka gelar bisa dipastikan lebih cepat. Situasi itu berpotensi membuat Madrid harus memberikan guard of honour dalam El Clasico berikutnya.

Namun Arbeloa menegaskan timnya tidak terpengaruh oleh kemungkinan tersebut. Ia menilai tuntutan klub sudah cukup besar untuk memacu tim meraih kemenangan.


Fokus Utama adalah Tiga Poin

Ia meminta skuad Los Blancos untuk memenangkan duel panas melawan wakil Portugal itu. Tampak dalam foto, pelatih Real Madrid asal Spanyol, Alvaro Arbeloa (tengah) berkumpul dengan para pemain selama sesi latihan jelang matchweek kedelapan Liga Champions 2025-2026 melawan SL Benfica di stadion Luz, Lisbon pada Selasa 27 Januari 2026. (FILIPE AMORIM/AFP)

Arbeloa menegaskan bahwa motivasi utama timnya adalah meraih kemenangan atas Espanyol. Ia menilai kebutuhan tim saat ini adalah memperbaiki hasil yang kurang memuaskan.

Menurutnya, identitas Real Madrid menuntut setiap pemain untuk selalu membidik kemenangan. Hal itu menjadi dorongan utama dibandingkan faktor eksternal lainnya.

"Itu bukan motivasi terbesar saya," ujar Arbeloa.

"Motivasi terbesar saya adalah memenangkan tiga poin karena itulah yang dibutuhkan tim, karena itulah yang dituntut oleh lambang ini, dan itulah yang kami butuhkan setelah hasil yang belum bisa kami raih dalam beberapa pertandingan terakhir.

"Itu motivasi terbesar saya. Saya tidak bisa menemukan motivasi yang lebih besar selain mengalahkan Espanyol," tegas Arbeloa.


Madrid Harus Perbaiki Mentalitas

Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa (ke-2 kanan), dan Kylian Mbappe (ke-2 kiri) terlihat di pinggir lapangan selama pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026 antara Bayern Munich dan Real Madrid di Munich, Jerman selatan, pada 15 April 2026. (AFP/Karl-Josef HILDENBRAND)

Arbeloa juga menyoroti performa tim yang dinilai belum sesuai standar Real Madrid. Ia menilai tim perlu meningkatkan kualitas permainan secara kolektif.

Menurutnya, perbedaan kualitas di atas kertas tidak cukup untuk menjamin kemenangan. Dibutuhkan perubahan mentalitas agar tim bisa kembali ke jalur positif.

"Memang benar bahwa hasil yang kami dapatkan jauh dari apa yang seharusnya dicapai Real Madrid," lanjut Arbeloa.

"Saat ini, Anda tidak bisa mengalahkan siapa pun hanya dengan turun dari bus, tetapi jelas bahwa perbedaan level antara pemain Real Madrid dan tim yang kami hadapi terlihat di atas kertas. Kami harus banyak berkembang secara kolektif.

"Saat ini, saya tidak berpikir kami cukup baik, bahkan dengan talenta yang kami miliki, untuk hanya mengandalkan permainan individu. Itu membutuhkan mentalitas yang mungkin berbeda dari yang kami miliki, dan kami telah membayar mahal dengan kehilangan poin," tutup Arbeloa.

Sumber: FotMob


Persaingan Sengit di Liga Spanyol

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya