Liputan6.com, Ankara - Polisi Turki menembakkan gas air mata dan menangkap ratusan orang yang menggelar demo Hari Buruh (May Day) di Istanbul, sementara ribuan lainnya melakukan aksi serupa di berbagai wilayah di seluruh negeri.
Dalam pernyataan resmi, kantor gubernur Istanbul menyebutkan bahwa hingga pukul 18.00 waktu setempat, polisi telah menangkap 575 orang yang disebut sebagai pihak yang melanggar keputusan keamanan.
Advertisement
Sebelumnya, Asosiasi Pengacara CHD melaporkan bahwa sedikitnya 550 orang telah ditangkap pada pertengahan siang di Istanbul. Wartawan AFP menyaksikan langsung polisi menembakkan gas air mata dari kendaraan pengendali massa ke arah kerumunan.
Sejumlah besar aparat kepolisian, banyak di antaranya mengenakan perlengkapan antihuru-hara, memasang barikade logam untuk menutup akses ke kawasan pusat kota Istanbul, termasuk Lapangan Taksim yang selama ini menjadi lokasi berbagai aksi massa.
Rekaman yang disiarkan oleh saluran oposisi HALK TV memperlihatkan Presiden Partai Buruh Turki Erkan Bas terkena semprotan merica di tengah aksi.
"Mereka yang berkuasa sudah berbicara 365 hari dalam setahun, jadi biarkan para pekerja berbicara tentang kesulitan yang mereka hadapi setidaknya satu hari dalam setahun," ujarnya seperti dikutip dari CNA.
Polisi memusatkan perhatian pada kelompok-kelompok yang telah menyatakan niat untuk berbaris menuju Lapangan Taksim — lokasi yang pernah menjadi pusat sejumlah aksi protes anti-pemerintah — yang telah ditutup sejak malam sebelumnya oleh aparat.
Seorang pengurus serikat pekerja, Basaran Aksu, ditangkap tidak lama setelah mengecam penutupan kawasan tersebut.
"Anda tidak bisa menutup alun-alun untuk para pekerja," katanya. "Semua orang menggunakan Taksim, untuk upacara resmi, untuk perayaan. Hanya buruh, pekerja, dan orang miskin yang justru tidak diizinkan mengaksesnya."
Peristiwa Berulang
Hari Buruh Internasional yang memperingati perjuangan kelas pekerja selalu diwarnai dengan pengerahan besar aparat keamanan di Turki setiap tahunnya, dengan sebagian besar wilayah pusat kota Istanbul ditutup.
Tahun lalu, aksi dipindahkan ke kawasan Kadikoy dan lebih dari 400 orang ditangkap.
Di Distrik Mecidiyekoy, wartawan AFP melihat polisi menggunakan gas air mata terhadap massa yang termasuk anggota partai Marxis HKP, ketika mereka mencoba menerobos sambil meneriakkan slogan: "AS pembunuh, AKP (partai penguasa Turki) kaki tangan."
Polisi yang mengepung kawasan Besiktas juga turun tangan — terkadang dengan kekerasan — setiap kali para demonstran mulai meneriakkan slogan. AFP menyaksikan beberapa pengunjuk rasa dijatuhkan ke tanah.
Serikat pekerja dan organisasi masyarakat sipil di Turki menyerukan aksi Hari Buruh 1 Mei dengan slogan "Roti. Perdamaian. Kebebasan."
Sementara inflasi di Turki secara resmi tercatat sebesar 30 persen, perkiraan independen menyebut angkanya mendekati 40 persen.
Di Ankara, sekitar 100 penambang batu bara yang sebelumnya melakukan aksi mogok makan selama sembilan hari untuk menuntut pembayaran upah yang tertunggak, disambut sorak-sorai saat bergabung dalam pawai Hari Buruh.
Menurut laporan jurnalis AFP, jumlah peserta aksi yang cukup besar, terutama dari kalangan muda, dipantau oleh kehadiran aparat keamanan dalam jumlah signifikan.
Awal pekan ini, otoritas Turki juga telah mengeluarkan surat perintah penangkapan dan penggeledahan terhadap 62 orang, di mana 46 di antaranya — termasuk jurnalis, aktivis serikat pekerja, dan tokoh oposisi — yang dinilai "berpotensi melakukan serangan".