Liputan6.com, Jakarta - Kabar terkait pembelian pabrik PT Handal Indonesia Motor (HIM) oleh Chery Group ternyata tidak benar. Hal tersebut, bahkan ditegaskan langsung oleh Wakil Presiden Komisaris HIM, Jongkie D Sugiarto, saat ditemui di Wuhu, China, beberapa waktu lalu.
Pria yang juga menjabat sebagai Vice Chairman Market Development Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menjelaskan, hingga saat ini tidak ada pembicaraan terkait rencana produsen asal Tiongkok tersebut untuk mengakuisisi atau membeli pabrik Handal di Tanah Air.
Advertisement
"Enggak, enggak ada pembicaraan itu (akuisisi pabrik)," jelas Jongkie, seraya memberikan keterangan jika memang ada pertemuan antara Chery dan dirinya di Tiongkok.
Namun, Jongkie sendiri mengatakan, pertemuan dengan Chery ini untuk membahas terkait kesiapan produksi, karena peningkatan volume baik secara produksi maupun penjualan dari jenama Negeri Tirai Bambu tersebut.
"Produksi dia (Chery) sudah tinggi, naik terus. Kita sebagai yang rakit, harus siap.Tidak mungkin mendadak, persiapannya banyak," jelas Jongkie.
Sementara itu, Chery sendiri terus mendatangkan banyak merek dan model ke pasar otomotif Tanah Air, termasuk Omoda, Jaecoo, iCar, dan juga Lepas.
Namun, memang terkait keputusan untuk bisa membawa banyak merek dan model, adalah murni keputusan produsen, bukan pihak perakitan seperti Handal.
"Saya enggak ikut campur , saya ngerakit saja. Untuk model baru yang akan dirakit lokal, nanti biar mereka yang bicara," tegasnya.'
Sebelumnya, pihak Chery Group memastikan jika pabrik perakitan kendaraannya secara mandiri di Indonesia, akan mulai dibangun pada tahun ini.
Indonesia sebagai Negara Prioritas Chery
Bahkan, President Director Chery Group Indonesia, Zheng Shuo, Indonesia masih diprioritaskan sebagai basis produksi yang cukup penting untuk Kawasan Asia Tenggara.
"Hub produksi di Indonesia rencananya tidak berubah, kita lagi kerja. Tapi bukan berarti kalau kami punya pabrik di Indonesia, lalu tidak perlu pabrik lain," ujar Zheng Shuo, saat ditemui di Kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, belum lama ini.
Lanjut Zheng, strategi produksi Chery sendiri bakal menyesuaikan dengan kebutuhan pasar masing-masing, seperti yang dilakukan produsen Jepang, yang memiliki banyak fasilitas perakitan di berbagai negara, dengan pembagian produksi secara berbeda.
"Sekarang memang kita lagi kerja sama dengan Handal, tapi ke depannya kita akan ada pabrik baru. Groundbreaking di Indonesia tetap tahun ini, produksinya di tahun depan," tegasnya.