May Day 2026 di Monas, KSPSI Soroti Janji Prabowo yang Ditepati

Dalam momentum May Day 2026, KSPSI menilai Prabowo telah menepati janjinya.

oleh Rifqy Alief AbiyyaDiterbitkan 01 Mei 2026, 18:35 WIB
Presiden Prabowo Subianto hadir langsung dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 yang dipusatkan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026). Tampak dalam foto, suasana peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026). (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Panitia May Day 2026 sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengaku senang atas terselenggaranya May Day 2026 di Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026). Acara tersebut turut dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto, serta beberapa pejabat Kabinet Merah Putih.

"Tentunya ini sebuah hal yang luar biasa. Sebagai Ketua Panitia May Day 2026 saya sangat bahagia, 250.000 buruh hadir di sini bersama Bapak Presiden Prabowo Subianto," tutur Andi kepada wartawan.

Dalam momentum Hari Buruh Internasional 2026, Andi Gani bersyukur Prabowo dinilai telah menepati janjinya.

"Beliau telah menepati janjinya. Satgas PHK, aturan outsourcing yang diperketat, dan beberapa hadiah untuk buruh lainnya seperti ratifikasi Konvensi ILO 188," ungkap dia.

 

Usulan Buruh kepada Presiden

Sebagai informasi, perayaan May Day 2026 mengangkat tema "Solidaritas Tanpa Batas, Tanpa Sekat, Tanpa Perbedaan, dan Berjuang Bersama untuk Kesejahteraan Buruh Indonesia yang Berkeadilan". Tampak dalam foto, Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan berdiri) didampingi sejumlah pimpinan organisasi-organisasi buruh saat peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026). (merdeka.com/Arie Basuki)

Setelah berbagai janji disebutnya telah ditepati, Andi Gani mengungkapkan harapannya ke depan bagi para buruh. Ia berharap, suatu saat akan ada rumah sakit buruh, perumahan, pelayanan kesehatan, hingga perlindungan terhadap Pekerja Rumah Tangga (PRT).

"Saya juga tadi mengusulkan adanya beasiswa LPDP untuk aktivis buruh, untuk meningkatkan kompetensi para pimpinan buruh untuk masa depan organisasi," tambahnya.

Dia menyebut, Prabowo terbuka terhadap usulan-usulan tersebut. Dalam waktu dekat, Andi Gani mengaku diminta menghadap kepada Prabowo guna melaporkan situasi terkini.

Tak sekadar diberikan cuma-cuma, Andi Gani mengajak seluruh buruh yang nantinya akan mendaftarkan dirinya ke program tersebut agar sungguh-sungguh menjalaninya. Hal ini sebagai bentuk tanggung jawab kepada negara karena telah dibiayai secara penuh selama masa studi.

"Kan dibiayai oleh negara secara full dan bertanggung jawab atas dana negara tersebut," katanya.

Ia pun menegaskan, perayaan May Day tahun ini sebagai penguat persatuan buruh. Meski di satu sisi ada serikat buruh lainnya yang sedang melalukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPR RI.

Dia menghargai aksi unjuk rasa tersebut. Menurutnya, itu adalah hal biasa dalam demokrasi.

"Kami juga menghormati ada teman-teman yang saat ini aksi di DPR, dan itu merupakan suatu hal yang biasa dalam demokrasi," kata dia.

 

Resmikan Museum Marsinah

Marsinah

Selain menghadiri May Day 2026, Prabowo dijadwalkan bakal meresmikan museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, pada Senin, 18 April 2026.

Marsinah dikenal sebagai aktivitas perempuan yang vokal pada masa Orde Baru.

"Ini merupakan satu hal yang luar biasa, dua momen yang sangat istimewa, perayaan May Day di Monas lalu juga peresmian Museum Ibu Marsinah," jelasnya.

 

Dana May Day 2026

Presiden Prabowo Subianto saat pidato Hari Buruh atau May Day 2026 di Monas, Jumat (1/5/2026). (Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden)

Andi Gani menjelaskan sumber daya yang digunakan dalam perayaan May Day 2026. Ia menegaskan bahwa dana merupakan hasil gotong-royong para buruh.

"Ada buruh yang datang dengan bus bayar sendiri, ada yang bisa membantu ini, ada yang membantu, jadi memang gotong royongnya sangat kuat sekali," jelas dia.

Dia menegaskan bahwa pembiayaan acara ini tidak menggunakan APBN sama sekali.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya