Oppo Gabungkan Unit Bisnis OnePlus dan Realme dalam Satu Atap

Oppo melakukan merger internal terhadap OnePlus dan Realme ke dalam satu struktur yang disebut sub-series business unit.

oleh IskandarDiterbitkan 02 Mei 2026, 06:12 WIB
Oppo Find X9 Pro. (Liputan6.com/ Yuslianson)

Liputan6.com, Jakarta - Setelah sempat diterpa rumor penutupan merek pada awal 2026, langkah strategis terbaru induk perusahaan Oppo mulai terungkap.

Laporan dari berbagai media di China dan sumber terpercaya mengonfirmasi bahwa Oppo telah melakukan merger internal terhadap OnePlus dan Realme ke dalam satu struktur yang disebut sub-series business unit.

Langkah ini menandai pergeseran besar dalam manajemen portofolio merek di bawah naungan BBK Electronics, dengan tujuan meningkatkan efisiensi operasional dan integrasi sumber daya.

Berdasarkan struktur baru tersebut, unit bisnis ini akan dipimpin langsung oleh CEO Realme, Sky Li. Demikian sebagaimana dikutip dari Gizmochina, Sabtu (2/5/2026).

Perubahan signifikan juga terjadi di lini pemasaran. Xu Qi, yang sebelumnya menjabat sebagai kepala pemasaran global Realme, kini dipercaya untuk mengawasi sistem pemasaran serta layanan bagi OnePlus sekaligus Realme.

Di sektor pengembangan produk, Oppo membentuk pusat produk khusus yang terbagi dalam tim domestik dan luar negeri.

Struktur ini dipimpin oleh Li Jie, Presiden OnePlus China, yang bertanggung jawab langsung kepada pendiri OnePlus, Pete Lau. Mantan eksekutif Realme, Wang Wei, juga ditarik untuk mengisi posisi wakil manajer umum.  

Konsolidasi Riset dan Layanan Purna Jual

Salah satu perubahan paling fundamental terjadi pada sektor teknis. Tim riset dan pengembangan (R&D) Realme kini ditarik sepenuhnya ke dalam ekosistem Oppo.

Departemen teknis seperti pencitraan (imaging) dan perangkat keras tidak lagi beroperasi secara independen, melainkan menjadi bagian integral dari sistem utama Oppo.

Sinyal integrasi ini sebenarnya sudah mulai terlihat dalam beberapa bulan terakhir:

  • Relokasi Kantor: Tim Realme mulai berpindah ke kantor pusat Oppo.
  • Layanan Terpadu: Per 1 April 2026, layanan purna jual Realme di China telah diambil alih sepenuhnya oleh jaringan Oppo.
  • Ekosistem IoT: Dukungan infrastruktur servis kini mencakup ponsel, tablet, hingga perangkat IoT dari kedua merek tersebut.

Efisiensi di Tengah Persaingan

Langkah Oppo ini dinilai sebagai upaya untuk meruntuhkan sekat antar-merek guna berbagi sumber daya secara lebih optimal. Dengan kontrol yang lebih ketat dari pusat, Oppo berharap dapat memangkas biaya operasional dan mempercepat penetrasi pasar.

Meski demikian, belum ada kepastian mengenai sejauh mana kedua merek ini akan mempertahankan identitas unik mereka di masa depan.

Bagi konsumen, pertanyaan besarnya adalah apakah integrasi manajemen dan teknis ini akan mengubah karakteristik produk OnePlus dan Realme yang selama ini dikenal memiliki segmen pasar yang berbeda?

Langkah konsolidasi ini diperkirakan akan mulai memberikan dampak nyata pada lini produk yang rilis di sisa tahun 2026.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya