Fadly Alberto Dihukum Larangan Main 3 Tahun, Bhayangkara FC U-20 Terima 7 Sanksi dari Komdis PSSI

Bhayangkara FC U-20 telah menerima surat keputusan dari Komdis PSSI terkait kasus tendangan kungfu Fadly Alberto di EPA U-20.

oleh Dimas Ramadhan WicaksanaDiterbitkan 01 Mei 2026, 15:00 WIB
Aksi Fadly Alberto Hengga bersama Bhayangkara FC U-20 di EPA Super League U-20 2025/2026. (Dok. Bhayangkara Youth)

Liputan6.com, Jakarta - Pemain muda berlabel Timnas Indonesia, Fadly Alberto resmi mendapatkan hukuman berat dari Komite Disiplin PSSI buntut kasus tendangan kungfu di Elite Pro Academy U-20. Penggawa Bhayangkara FC U-20 itu dilarang bermain selama tiga tahun.

Teka-teki mengenai tindak lanjut dari polemik tendangan kungfu yang terjadi dalam duel Bhayangkara FC U-20 vs Dewa United U-20 di EPA U-20 beberapa waktu lalu akhirnya sudah terjawab. Komdis PSSI telah mengirimkan surat kepada kedua tim terkait sanksi.

Manajemen Bhayangkara FC U-20 mengonfirmasi secara resmi sudah menerima surat 'cinta' dari Komdis PSSI. Sebanyak tujuh hukuman diterima oleh pemain dan ofisial The Guardians of Saburai buntut insiden di Stadion Citarum, Semarang, pada 19 April 2026.

Hukuman paling berat diterima oleh Fadly Alberto. Pemain Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17 2025 itu dihukum tidak boleh bermain selama tiga tahun, setelah viral dan terbukti melakukan tendangan kungfu ke pemain Dewa United U-20, Rakha Nurkholis.


3 Pemain Dilarang Main 2 Tahun

Bhayangkara FC U-20 mengunjungi Dewa United Arena, Tangerang, pada Rabu (22/4/2026) untuk melakukan audiensi dengan Dewa United U-20. Mediasi kedua kesebelasan diselesaikan secara kekeluargaan. (Bola.com/Muhammad Adiyaksa)

Selain Fadly Alberto, tiga pemain Bhayangkara FC U-20 juga menerima hukuman yang tak kalah berat. Yakni Aqilah Lissunnah Aljundi, Afrizal Riqh, dan Ahmad Catur.

Ketiga pilar The Guardians of Saburai Muda itu menerima hukuman larangan bermain selama dua tahun. Sanksinya hanya satu tahun lebih ringan dari Fadly Alberto.

Lalu ada juga nama M. Mufdi Iskandar menerima larangan bermain selama satu tahun. Begitu pula dengan salah satu ofisial tim, Muklis Hadi Ning, harus dijatuhi larangan mendampingi tim dalam empat pertandingan.

Bhayangkara FC U-20 juga menerima satu sanksi tambahan, namun hanya ada enam nama yang disebut secara spesifik dalam laporan hukuman dari Komdis PSSI.


Respons Bhayangkara U-20

Mediasi yang berlangsung di Dewa United Arena, Tangerang, pada Rabu (22/4/2026). Pertemuan tersebut dihadiri oleh Direktur Akademi Dewa United, Firman Utina, Direktur Akademi Bhayangkara FC, Agus Rumekso Carel, Manajer Bhayangkara U-20, Yongki Pandu Pamungkas, pemain Bhayangkara FC U-20 sekaligus pelaku tendangan kung fu, Fadly Alberto, dan pemain Dewa United U-20 yang menjadi korban, Rakha Nurkholis. (Muhammad Adiyaksa/Bola.com)

Manajer Bhayangkara FC U-20, Yongky Pamungkas mengatakan pihak klub tetap menghormati keputusan Komite Disiplin PSSI. Namun manajemen merasa ada beberapa poin penting dari hukuman itu perlu dilakukan peninjauan ulang dalam keputusan tersebut.

“Kami menghormati keputusan Komite Disiplin PSSI. Namun, kami menilai ada beberapa hal yang masih perlu dikaji ulang secara lebih komprehensif dan proporsional, terutama terkait durasi sanksi yang dijatuhkan kepada pemain,” ujar Yongky dalam keterangan resminya, Jumat (1/5).

Menurut Yongky, terdapat aspek yang belum sepenuhnya mencerminkan situasi di lapangan secara utuh. Termasuk posisi beberapa pemain Bhayangkara FC U-20 yang juga terdampak dalam insiden tersebut.

"Kami melihat ada fakta-fakta di lapangan yang perlu menjadi pertimbangan lebih dalam, termasuk kondisi di mana beberapa pemain kami juga berada dalam posisi sebagai pihak yang terdampak,” lanjutnya.


Daftar Sanksi Komdis PSSI kepada Bhayangkara FC U-20

1. Fadly Alberto: Larangan bermain selama 3 tahun

2. Aqilah Lissunnah Aljundi: Larangan bermain selama 2 tahun

3. Afrizal Riqh: Larangan bermain selama 2 tahun

4. Ahmad Catur: Larangan bermain selama 2 tahun

5. M. Mufdi Iskandar: Larangan bermain selama 1 tahun

6. Muklis Hadi Ning (ofisial tim): Larangan mendampingi tim selama 4 pertandingan

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya