Prabowo Minta Potongan Ojol di Bawah 10%: Lu Keringetan, Dia yang Enak Dapat Duit

Jika perusahaan tak setuju, sambung Prabowo, maka silakan angkat kaki dari Indonesia.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 01 Mei 2026, 10:12 WIB
Prabowo saat peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Monas

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyoroti besarnya potongan biaya aplikasi yang dibebankan pada pengemudi ojek online (Ojol). Padahal secara logika, menurut Prabowo, para pengemudi ojol-lah yang berjuang keras di jalanan.

Itu sebabnya, Prabowo tak sepakat jika potongan yang dibebankan perusahaan aplikator pada para pengemudi sampai 20 persen.

"Pengemudi ojek online, mereka yang bekerja keras mempertaruhkan jiwanya setiap hari, aplikator perusahaan minta disetor 20 persen. Gimana ojol setuju 20 persen?" seru Prabowo di atas mimbar peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026).

"Gimana 15 persen, berapa? 10 persen, kalian minta 10 persen?" timpal Prabowo kembali.

 

Potongan buat Ojol Harus di Bawah 10 Persen

Massa buruh yang berdiri di bawah panggung hanya membalas dengan seruan. Prabowo kembali melanjutkan pidatonya.

"Saya katakan di sini, saya tidak setuju 10 persen, harus di bawah 10 persen," kata Prabowo yang kemudian disambut tepuk tangan buruh.

"Enak aja, lo yang keringet dia yang dapat duit," ujar Prabowo.

Jika perusahaan tak setuju, sambung Prabowo, maka silakan angkat kaki dari Indonesia.

"Kalau engak mau ikut kita, enggak usah berusaha di Indonesia," 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya