Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kesehatan mengungkapkan dari kasus campak yang ada sekitar 8 persen terjadi pada orang dewasa. Lalu, pada kondisi apa orang dewasa perlu melakukan pemeriksaan ke dokter?
Dokter spesialis penyakit dalam Erpryta Nurdia Tetrasiwi dari Eka Hospital MT Haryono mengungkapkan orang dewasa yang terkena campak sebaiknya tetap melakukan pemeriksaan ke dokter.
Advertisement
"Sebagai tenaga medis yang melihat campak juga bisa membawa komplikasi banyak, sebaiknya tetap perlu dibawa ke dokter ya untuk memastikan kondisi pasien aman atau ada infeksi sekunder lain," tutur Pryta dalam temu media pada Kamis, 30 April 2026.
Saat pemeriksaan, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan termasuk paru. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kondisi paru baik atau tidak, mengingat salah satu komplikasi campak adalah pneumonia atau radang paru. Komplikasi lain adalah radang otak, komplikasi jantung, hingga kebutaan.
"Ketika pasien campak periksa ke dokter, maka dokter mencoba memastikan bahwa tidak ada infeksi sekunder lain, 'Oh paru bagus, oh yang lain bagus', jadi bisa pulang dan melakukan isolasi di rumah agar tidak menularkan ke orang lain," tutur Pryta.
Lalu, dokter akan memberikan obat sesuai dengan gejala yang dialami pasien. Bila misal mengalami demam, pasien campak dewasa akan diberikan antidemam seperti parasetamol.
Namun, bila kondisi pasien dewasa menunjukkan efek yang parah, maka dokter akan menyarankan untuk menjalani rawat inap di rumah sakit.
"Pengobatan campak ini memang per individual. Ada orang dengan imunitas bagus bisa dirawat dua hari saja," katanya.
Kena Campak, Asupan Makan Harus Bergizi
Secara umum, pada pasien campak dewasa yang memiliki imunitas bagus akan bisa sembuh dengan sendiri alias self limited disease. Pasien mesti mengonsumsi makanan yang bergizi dan sehat.
Namun, beda halnya pada orang dewasa yang terkena campak dengan komorbid alias penyakit yang sebelumnya sudah ada.
"Kalau imunitas tidak bagus apalagi dengan penyakit komorbid seperti asma, diabetes, hipertensi dan lain-lain itu cenderung memiliki imunitas tidak sekuat orang normal," tutur Pryta.
Beda Orang Dewasa yang Kena Campak Sudah Divaksin dengan Belum
Orang dewasa yang sudah divaksinasi campak cenderung memiliki gejala yang lebih ringan. Pasien tersebut bisa mengalami demam dan muncul ruam tapi tidak separah yang belum vaksin.
"Kalau demam biasanya enggak tinggi banget, kalau ruam ya enggak terlalu heboh. Lalu muncul gejala flu like symptom yakni batuk, pilek dan mata merah lalu ada merah-merah ruam," tutur Pryta.
Ia pun mengingatkan bagi orang dewasa yang belum divaksinasi campak untuk melakukan vaksinasi.
"Di tengah kondisi saat ini (peningkatan kasus campak), penting bagi yang belum untuk melakukan vaksinasi MMR (measles, mumps, rubela)," tuturnya.
Dengan vaksinasi tersebut, orang dewasa tidak hanya terlindungi dari campak (measles) tetapi juga gondongan (mumps) dan campak Jerman (rubella).