2 Faktor Utama di Balik Terpuruknya Real Madrid

Real Madrid gagal meraih gelar, manajemen menyalahkan persiapan fisik dan keputusan pelatih sebagai penyebab utama musim buruk.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 30 April 2026, 22:08 WIB
Pemain Real Madrid, Vinicius Junior, tampak kecewa setelah ditaklukkan Bayern Munchen pada laga leg pertama perempat final Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu, Rabu (8/4/2026). (AP Photo/Jose Breton)

Liputan6.com, Jakarta - Musim ini kembali menjadi periode yang sulit bagi Real Madrid setelah gagal meraih satu pun gelar besar. Klub raksasa Spanyol itu kini dipastikan melewati dua musim beruntun tanpa trofi utama.

Awalnya, harapan sempat muncul saat Xabi Alonso memulai kiprah dengan hasil positif. Namun, situasi ruang ganti memburuk, performa menurun, dan berujung pada pemecatan di tengah musim.

Penggantinya, Alvaro Arbeloa, belum mampu mengangkat performa tim secara konsisten. Meski ada beberapa momen positif, arah permainan tetap tidak stabil hingga akhir musim.


Persiapan Fisik Jadi Masalah Besar

Jude Bellingham mengalami cedera dalam laga Liga Spanyol antara Real Madrid vs Rayo Vallecano, Minggu (1/2/2026). (c) AP Photo/Manu Fernandez

Manajemen Real Madrid menilai masalah utama bukan pada kualitas pemain. Mereka justru mengidentifikasi buruknya persiapan fisik sebagai penyebab utama kegagalan tim.

Sepanjang musim, skuad dihantam 51 kasus masalah kebugaran yang mengganggu konsistensi tim. Situasi ini membuat rotasi tidak ideal dan performa di lapangan sulit maksimal.

Sebagai respons, klub memanggil kembali Antonio Pintus untuk menangani kebugaran tim utama. Selain itu, Niko Mihic ditunjuk memimpin departemen medis guna memperbaiki sistem penanganan cedera.


Kesalahan Memilih Pelatih

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, berjalan bersama para pemainnya saat pertandingan La Liga Spanyol melawan Rayo Vallecano di Estadio de Vallecas, Spanyol, Minggu (9/11/2025). (AP Photo/Manu Fernandez)

Faktor kedua yang diakui manajemen adalah kesalahan dalam memilih pelatih. Presiden Florentino Perez menyadari keputusan yang diambil belum memberikan hasil sesuai harapan.

Penunjukan Xabi Alonso maupun Alvaro Arbeloa dinilai belum mampu membawa tim ke jalur juara. Hal ini menjadi pelajaran penting bagi klub dalam menentukan arah ke depan.

Perez berencana mengambil kendali langsung dalam penunjukan pelatih berikutnya. Langkah ini diharapkan dapat menghindari kesalahan serupa di masa mendatang.


Skuad Tetap Dipercaya

Ia meminta skuad Los Blancos untuk memenangkan duel panas melawan wakil Portugal itu. Tampak dalam foto, pelatih Real Madrid asal Spanyol, Alvaro Arbeloa (tengah) berkumpul dengan para pemain selama sesi latihan jelang matchweek kedelapan Liga Champions 2025-2026 melawan SL Benfica di stadion Luz, Lisbon pada Selasa 27 Januari 2026. (FILIPE AMORIM/AFP)

Di tengah kritik dari media dan suporter, manajemen Real Madrid tetap percaya pada kualitas skuad. Mereka menilai para pemain memiliki kemampuan yang cukup untuk bersaing di level tertinggi.

Tekanan besar memang sempat terlihat di Santiago Bernabeu, di mana banyak pemain mendapat reaksi negatif dari penonton. Namun, klub tidak menjadikan hal tersebut sebagai alasan utama kegagalan musim ini.

Dengan evaluasi menyeluruh pada aspek fisik dan keputusan pelatih, Real Madrid berharap bisa bangkit pada musim berikutnya. Perubahan di staf medis dan strategi kepelatihan diyakini menjadi kunci untuk kembali ke jalur juara.

Sumber: Madrid Universal

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya